Inilah Yang Seharusnya Dilakukan Ketika Bayi Lahir

Alomuslim.com – Kelahiran seorang bayi merupakan sebuah peristiwa yang sangat dinanti-nantikan oleh mereka yang telah hidup berkeluarga. Karena ia merupakan sebuah kebahagiaan yang dikaruniakan Allah kepada para hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya.” (QS. Maryam: 7)

Namun ada beberapa hal yang harus diketahui oleh pasangan suami isteri yang baru mendapatkan kelahiran seorang bayi, terkait dengan sunnah-sunnah menyambut kelahiran sang bayi. Inilah beberapa sunnah yang harus dilakukan sesaat setelah kelahiran bayi :

1. Memberitakan kabar gembira kelahiran bayi

Hal ini sangat dianjurkan dilakukan oleh seorang ayah, setelah jabang bayinya mengawali kehidupan di dunia dengan teriakan tangisannya, maka bersegera memberitahukan kabar gembira tersebut kepada keluarganya, saudaranya dan kawan-kawannya.Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menceritakan kisah Nabi Ibrahim alaihissallam, berfirman :

“Maka Kami berik dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.” (QS. Ash-Shaffaat : 101)

Sementara bagi orang-orang yang ada disekitarnya disunnahkan untuk memberi ucapan selamat berupa doa agar dikaruniai kebaikan.

2. Mengumandangkan Adzan di telinga kanan?

Umat muslim banyak yang mengamalkan hal ini sesaat setelah bayi mereka keluar dari rahim ibunya. Mereka menganggap bahwa yang demikian adalah sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Diantaranya mereka berdalil dengan hadits riwayat Abu Rafi’, yang menyebutkan bahwa ia melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengumandangkan adzan di telinga Al-Hasan bin Ali sesaat setelah dilahirkan oleh Fathimah.

Hadits tersebut dinukil oleh Abu Dawud 5105, At Tirmidzi 1514 dan Al Hakim 3/179. Namun sanad hadits tersebut dinilai dha’if (lemah) oleh para ulama, sehingga tertolak dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar yang menetapkan hal tersebut sebagai ibadah sunnah.

3. Mentahnik bayi dengan kurma

Tahnik adalah mengunyahkan kurma dimulut sang ayah atau orang shalih, kemudian menyuapi dengan tangan ke langit-langit mulut bayi. Sebagaimana dengan yang dilakukan oleh Abu Musa Al-Asy’ari ketika bayi laki-lakinya lahir, ia langsung membawanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau kemudian memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan kurma. (HR. Bukhari 5468, Muslim 2145)

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 3, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Comment