Hal Yang Bermanfaat Untuk Mayit
DASAR ISLAM, KEMATIAN DAN JENAZAH

5 Hal Yang Bermanfaat Untuk Mayit

Alomuslim.com – Ketika seseorang telah menjadi mayit, maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga hal ; ilmu yang bermanfaat, shadaqah jariyah dan doa anak yang shalih. (HR. Muslim 1631) Ini menandakan bahwa ketika telah menjadi mayit, mereka tidak dapat lagi menolong diri mereka sendiri di hadapan Allah kecuali tigal hal tersebut. Meskipun mereka adalah orang-orang yang shalih sekalipun.

Hal Yang Bermanfaat Untuk Mayit

Karena ketidak berdayaan inilah, mayit membutuhkan pertolongan dari saudaranya untuk mengerjakan amalan-amalan yang bermanfaat baginya. Adapun beberapa hal berikut bermanfaat untuk mayit, yakni :

  • Doa kaum muslimin

Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

“Doa seorang muslim kepada saudaranya yang tidak ada (ditempat) adalah mustajab..” (HR. Muslim 2733)

  • Melunasi hutangnya

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa meninggal dunia sedangkan ia masih memiliki tanggungan utang, sedang disana tidak ada dinar dan tidak juga dirham, akan tetapi yang ada hanya kebaikan dan kejelekan.” (shahih. HR. Ahmad II/70-72, al-Hakim II/27)

  • Mengqadhakan puasa si mayit

Hal ini berdasarkan pada hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang meninggal dunia dan ia mempunyai tanggungan puasa, maka walinya berpuasa (mengqadha puasa tersebut) untuknya.” (HR. Bukhari 1952, Muslim 147)

  • Melaksanakan nadzar si mayit jika ada

Sa’adbin Ubadah pernah meminta fatwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ia berkata, ‘Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia, tapi ia telah bernadzar?’ maka beliau menjawab, “Laksanakanlah nadzarnya itu.” (HR. Bukhari 2761, Muslim 1638)

  • Amal shalih yang dilakukan anaknya

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya sebaik-baik apa yang dimakan oleh seorang lelaki adalah apa yang diusahakan sendiri, dan sesungguhnya anaknya itu termasuk usahanya.” (shahih. HR. Abu Dawud 3511, At-Tirmidzi 1369, An-Nasa’i 7/241, Ibnu Majah 2137)

Hadist ini bisa dimaknai, segala amal shalih yang dilakukan oleh anak si mayit, maka si mayit tersebut juga akan memperoleh balasan yang serupa dari amal shalih anaknya.

Wallahu a’lam.

Referensi :

  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)
  • Ruh Seorang Mukmin Terkatung-Katung (Tertahan) Pada Hutangnya Hingga Dilunasi, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Almanhaj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *