Bangga Jadi Perantauan!! Inilah 5 Manfaat Merantau Menurut Imam Syafi’i

5 Manfaat Merantau Menurut Imam Syafi’i – Jika berbicara tentang mujtahid dan imam mazhab nama Imam Syafi’i tak boleh ketinggalan. Beliau adalah seorang ulama’ ahli fiqih terkenal. Kemampuan beliau dalam berijtihad juga tak diragukan. Namun, kedudukannya sebagai ulama’ ahli fiqih dan mujtahid tak menghalangi niat beliau untuk membuat karya-karya syair yang indah dan membakar semangat.

Karena kemampuannya itulah beliau Imam Syafi’i juga digelari sebagai penerang para ulama, fuqaha sang sastrawan dan sastrawannya para kaum fuqaha. Banyak sekali syair-syair ciptaannya, dan diantara karaya-karya tersebut ada yang bertemakan tentang menuntut ilmu.

Salah satu contohnya adalah yang pasti sudah tak asing lagi dikalangan para snarti, yakni syair-syair yang ada di nazham “alala“. Adat istiadat yang sering dilakukan oleh kalangan santri di pondok pesantren adalah menazhamkannya pada saat akan berangkat menuntut ilmu bersama.

Berikut ini bunyi nazham tersebut bila diartikan dalam bahasa Indonesia :

Merantaulah dan pergi jauh dari kampung halaman
Ada 5 manfaat yang akan engkau dapatkan
Meraih cita-cita, mencari nafkah,
mendapatkan ilmu pengetahuan, belajar tata krama
dan bersahabat dengan para orang yang mulia

Nah, dari syair yang telah disampaikan tersebut, jelas yang disampaikan oleh Imam Syafi’i tentang 5 manfaat merantau dari kampung halaman. Nah. dikesempatan kali ini mari sama-sama kita ulas tentang 5 manfaat merantau menurut Imam Syafi’i tersebut, semata-mata untuk menggugah kembali semangat kita menggapai asa selagi hidup di dunia.

Keutamaan Merantau Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Bertepatan dengan bulan Ramadhan, mungkin banyak diantara kita yang merasa sedih karena tak bisa merasakan indahnya Ramadhan bersama-sama dengan keluarga yang ada di kampung halaman. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri, tentu perasaan itu akan semakin terasa menyesakkan. Namun, jika kita menoleh kembali kepada nasihat-nasihat para ulama’ Insyaallah semangat kita dalam menuntut ilmu maupun menggapai cita-cita di perantauan akan kembali muncul.

Bahkan, Allah SWT juga telah berfirman dalam al-Qur’an surat al-Mulk ayat 15 :

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Artinya : “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

Dari ayat diatas jelas bisa kita ketahui, bahwa Allah SWT sendiri mengutus agar hamba-Nya berjalan atau dalam kata lain ada yang mengartikan ‘mengembaralah’ di seluruh penjuru bumi yang telah diciptakan-Nya. Allah SWT menyerukan hamba-Nya mengembara untuk menuntut ilmu dan mencari rizki dari karunia yang telah diberikan-Nya. Selain itu juga agar setiap dari kita mampu melihat, bukan hanya dengan mata dhohir, melainkan juga dengan mata hati bagaimana orang-orang terdahulu yang ingkar terhadap perintah Allah mendapatkan adzab-adzab yang pedih.

Seperti halnya firman Allah SWT di surat Yusuf ayat 109, yang artinya : “Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?”

juga firman-Nya yang ada di al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 42 :

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

Artinya : “Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”.”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah bersabda : “Tiga doa yang mustajab, tanpa syak padanya; doa ibubapa untuk anak, doa orang bermusafir, dan doa orang kena zalim” (HR. Abu Daud, al-Tirmizi dll. Hadist ini dianggap shahih).

Sudah jelas bukan, bahwa menjadi seorang perantauan dan merantau bukanlah satu keputusan yang perlu untuk disesali. Bahkan merupakan salah satu yang dianjurkan, demi tujuan untuk menuntut ilmu yang bermanfaat baik dunia maupun akhirat. Sebagaimana yang disampaikan oleh al-Imam asy-Syafi’i dalam syairnya diatas, inilah ke 5 manfaat merantau menurut imam Syafi’i

5 Manfaat Merantau Menurut Imam Syafi’i

1. Meraih Cita-cita – Manfaat Merantau Menurut Imam Syafi’i

manfaat merantau meraih cita cita

Setiap orang pasti memiliki cita-cita yang ingin diwujudkannya di dunia, selain cita-cita masuk surga. Bahkan ketika seseorang masih sangat kecilpun sudah dikenalkan dengan yang namanya cita-cita oleh orang tuanya. Ada yang ingin menjadi dokter, menjadi guru, polisi, ahli agama, dll. Semuanya itu tentu tak akan bisa terwujud jika hanya berdiam diri di dalam rumah, tanpa keluar dan berusaha melakukan sesuatu agar tergapainya cita-cita tersebut.

Salah satu cara untuk emnggapai cita-cita adalah dengan merantau, keluar dari rumah atau kampung halaman. Baik itu untuk menuntut ilmu, mencari rizki dan sebagainya, sehingga yang didapatkan dalam perantauan akan menjadi bahan atau bekal meraih cita-cita. Itulah salah satu manafaat merantau.

2. Mencari Nafkah – Manfaat Merantau Menurut Imam Syafi’i

manfaat merantau mencari nafkah

Terkadang, kondisi di daerah tempat tinggal kita tidak mendukung untuk mencari nafkah. Maka, pilihan untuk meninggalkan kampung halaman demi menjemput rezeki Allah SWT tentu bukanlah satu pilihan yang buruk. Sebagaimana firman Allah SWT di surat al-Jumu’ah ayat 10 :

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung

3. Mendapatkan Ilmu Pengetahuan – Manfaat Merantau Menurut Imam Syafi’i

manfaat merantau mendapatkan ilmu

Merantau adalah salah satu cara untuk mendapatkan bekal ilmu. Dan salah satu manfaat dari merantau menurut Imam Syafi’i sendiri adalah didapatkannya ilmu pengetahuan yang dicari. Hal ini bahkan juga telah beliau contohkan sendiri. Bagaiamana beliau bertekad meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke Madinah dan berguru kepada Imam Malik bin Anas untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

Rasulullah SAW pun juga bersabda : ”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah)

Barangsiapa berjalan di satu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalan menuju surga. Dan sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penunutu ilmu tanda ridha dengan yang dia perbuat.” (HR. Muslim)

4. Mengerti Adab dan Tata Krama – Manfaat Merantau Menurut Imam Syafi’i

manfaat merantau mengerti adab

Dengan merantau kita akan bertemu dengan orang-orang baru dan berinteraksi langsung dengan mereka. Maka, secara otomatis hal ini akan membuat kita belajar bagaimana adab dan tata krama yang benar ketika sedang berhadapan dengan orang yang berbeda. Perbedaan inilah yang akan membantu kita untuk semakin dalam memaknai setiap sikap yang kita lakukan kepada orang lain.

5. Bersahabat dengan orang mulia – Manfaat Merantau Menurut Imam Syafi’i

manfaat merantau bersahabat

Dalam perantauan, kita juga akan bertemu dengan orang yang memiliki beragam sifat, ada yang baik dan ada yangburuk. Maka disinilah kesempatan kita mengenal orang-orang yang mulia, mulia akhlaknya! Karena orang-orang seperti itulah yang akan bisa membantu kita berjalan ke arah yang lebih baik dan di ridhloi Allah SWT.

Demikian tadi 5 manfaat merantau menurut Imam Syafi’i. Semoga akan bisa semakin membuka wawasan kita. Dan mampu membantu meredam rasa rindu kita kepada kampung halaman.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *