adab-adab dalam mengantarkan jenazah
DASAR ISLAM, KEMATIAN DAN JENAZAH

Adab-adab Dalam Mengantarkan Jenazah

Alomuslim.com – Pada hari ini banyak adab-adab dalam mengantarkan jenazah yang sudah tidak diperhatikan oleh umat muslim. Hal ini bisa disebabkan karena pemahamam mengenai adab-adab tersebut sudah tidak diajarkan oleh para guru ataupun di majelis-majelis ilmu. Maka melalui tulisan ini kami berusaha untuk memberikan beberapa informasi mengenai adab-adab yang harus diketahui oleh orang-orang yang hendak mengantarkan jenazah, diantaranya :

1. Tidak Membawa Asap Atau Api

Para ulama bersepakat bahwa jenazah tidak boleh diiringi dengan api dalam tempat dupa, tidak pula lilin atau semisalnya, kecuali jika dibutuhkan untuk penerangan atau yang lainnya. Para ulama mendasarkan pendapatnya pada hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda :

[irp posts=”2773″ name=”Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Seputar Mengkafani Jenazah”]

“Janganlah engkau mengantarkan jenazah dengan suara maupun api.” (HR. Abu Dawud no. 3171, Ahmad 2/471)

Hadits tersebut diperkuat dengan keterangan dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa ia berkata ketika ajal akan menjemputnya, ‘Janganlah kalian membuat kemah-kemah, dan jangan pula kalian mengiringi aku dengan asap (dalam riwayat lain ; dengan api).’ (shahih. HR. Ahmad 2/292)

2. Tidak Berbicara Ketika Mengantarkan Jenazah

Bagi pengantar jenazah dilarang meninggikan suara, baik berdzikir atau yang lainnya. Larangan tersebut disebabkan ada sikap menyerupai kaum Nashrani, dimana mereka suka meninggikan suaranya ketika menyuarakan injil-njil dan dzikir-dzikir mereka dengan lagu-lagu dan meratap kesedihan. Dari Qais bin Ubad, ia berkata, ‘Para sahabat Nabi tidak suka mengangkat suaranya ketika mengantarkan jenazah.’ (HR. Baihaqi 4/74)

Imam An Nawawi rahimahullahu, salah seorang ulama besar madzhab Syafi’i, ia berkata, ‘Ketahuilah bahwa pilihan yang benar, yang sesuai dengan contoh para salaf (orang-orang terdahulu), yaitu diam ketika mengantarkan jenazah, tidak mengangkat suaranya dengan bacaan maupun dzikir.’ (Al Adzkar hal. 203)

3. Tidak Buru-buru Duduk Hingga Jenazah Diletakkan

Para pengantar jenazah sebaiknya tidak buru-buru duduk hingga jenazah itu diletakkan dari pundak-pundak para pengusung. Atau maksud lainnya adalah hingga jenazah itu dimasukkan ke dalam liang lahad.

Dari Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Jika kalian melihat jenazah (sedang diusung) maka berdirilah, lalu barangsiapa yang mengantarkannya janganlah ia duduk hingga jenazah itu diletakkan.” (HR. Bukhari no. 1310, Muslim no. 959)

[irp posts=”2655″ name=”Orang Yang Berhak Memandikan Jenazah”]

4. Apakah Harus Berdiri Ketika Jenazah Lewat ?

Perkara ini jarang diketahui oleh umat muslim pada hari ini, apakah ketika jenazah lewat, orang-orang harus berdiri? Dari Amir bin Rabi’ah, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda ;

“Jika kalian melihat jenazah, maka berdirilah hingga jenazah itu melewati kalian atau diletakkan.” (HR. Bukhari no. 1307 dan Muslim no. 958)

Seorang muslim harus berdiri ketika melihat setiap jenazah dan iring-irangannya yang melewati dirinya, meskipun jenazah tersebut bukan dari orang muslim atau orang diluar Islam sekalipun. Hal ini sesuai dengan yang dicontohkan dan diperintahkan oleh Rasul yang Mulia, shallallahu alaihi wa sallam. Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu, ia berkata,

“Suatu ketika ada jenazah melewati kita, lalu Nabi berdiri dan kitapun ikut berdiri. Kami berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya jenazah itu adalah orang Yahudi.’ Maka Nabi bersabda, ‘Jika kalian melihat jenazah maka berdirilah’.” (HR. Bukhari no. 1311, Muslim no. 960)

Diantara para ulama berpendapat bahwa perintah untuk berdiri ketika ada jenazah adalah sunnah saja, karena terdapat beberapa hadits juga yang menerangkan ketika ada jenazah lewat pernah Rasulullah berdiri, tetapi kemudian beliau duduk. Dalam hal ini tetap duduk ketika jenazah lewat hukumnya dibolehkan,

Demikian beberapa adab yang bisa diperhatikan bagi orang-orang yang hendak mengantarkan jenazah. Semoga dapat menambah pemahaman bagi umat muslim dan lebih memperhatikan adab-adab tersebut. Wallahu a’lam. 

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *