Beberapa Adab Dalam Undangan Pertamuan

Adab Dalam Undangan Pertamuan

Alomuslim.com – Seorang muslim meyakini bahwa menghormati tamu dan menghargainya sesuai dengan yang diharapkan merupakan sebuah kewajiban atas dirinya sebagai tuan rumah, sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasululla shallallahu alaihi wa sallam :

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Kemudian (Kiamat), maka hendaklah memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari no. 6019, Muslim no. 48)

Adab Dalam Undangan Pertemuan

Maka dari itu seorang muslim hendaknya memperhatikan beberapa adab dalam masalah undangan pertamuan :

  • Hendaknya mengundang orang-orang yang bertakwa untuk bertamu, bukan orang-orang fasik dan durhaka, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

    “Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang yang beriman dan janganlah memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (shahih. HR. Ahmad no. 10944, Abu Dawud no. 4832 dan lainnya)

  • Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk bertamu (menghadiri jamuan) dengan mengabaikan orang-orang miskin. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

    “Seburuk-buruk makanan adalah makanan (jamuan) pesta nikah, dimana hanya orang-orang kaya diundang tanpa menyertakan orang-orang fakir.” (HR. Bukhari no. 5177, Muslim no. 1432)

  • Tidak bermaksud bermewah-mewahan dan berbangga diri dalam mengundang jamuan, akan tetapi mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan para Nabi sebelumnya, seperti Nabi Ibrahim alaihissallam yang gemar dalam mengundang orang-orang untuk bertamu. Hendaknya diniatkan pula untuk membahagiakan orang-orang mukmin dan menebar kegembiraan di dalam hati saudara-saudara seiman.
  • Hendaknya tidak melakukan perbuatan berbasa-basi ketika mengundang seseorang, apabila memang sudah diketahui sulit baginya untuk hadir memenuhi undangan tersebut. Jangan mengundang orang yang akan terganggu oleh saudara-saudara yang hadir lainnya, hal ini dimaksudkan untuk menghindari perbuatan menzhalimi orang tersebut, yang mana hal itu merupakan diharamkan atas seorang mukmin.

Wallahu a’lam.

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Larangan Menggunakan Jimat
Read More

Larangan Menggunakan Jimat

Alomuslim.com – Jimat dengan berbagai model dan penggunaannya, yang bertujuan untuk menolak musibah, mendatangkan pelanggan, membuat kebal senjata, atau…