Adab Islam Terhadap Orang Kafir – Alomuslim

Adab Islam Terhadap Orang Kafir

Adab Islam Terhadap Orang Kafir

Alomuslim.com – Isu toleransi beragama dan bermasyarakat yang kencang berhembus ditengah lingkungan kita seolah hendak menyudutkan Islam sebagai agama yang intoleran. Agama Islam kerap kali dianggap sebagai perusakan kehidupan bermasyarakat dan menjadi ancaman bagi persatuan negeri ini. Isu ini dihembuskan, tidak hanya oleh musuh-musuh Islam, tetapi juga oleh sebagian kaum muslimin. Disatu sisi ini merupakan hal yang sangat disayangkan, bagaimana bisa kaum muslimin menggugat agama Islam dan menuduhnya intoleran?

Pangkal dari merebaknya isu yang menyudutkan Islam sebagai agama yang intoleran adalah keyakinan setiap muslim bahwa seluruh kepercayaan dan agama itu batil dan pemeluknya adalah kafir, kecuali agama Islam. Keyakinan inilah yang ditolak oleh musuh-musuh Islam dan di dukung oleh orang-orang munafik yang menyusup kedalam Islam.

Tidaklah seorang muslim meyakini hal tersebut melainkan karena itu merupakan perintah syariat yang didasari oleh firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah adalah Islam.” (QS. Ali Imran : 85)

Ayat tersebut tegas menyatakan bahwa agama selain Islam bukanlah agama yang diridhai oleh Allah, dan mereka yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kufur dan pelakunya adalah kafir. Bagaimana mungkin Allah akan ridha ada tuhan yang disembah dan diibadahi selain diri-Nya? Dan umat muslim dipaksa untuk mengakui kebenaran keyakinan adanya tuhan selain Allah, ini jelas hal yang tidak mungkin.

Islam bukanlah agama yang semata-mata mengajarkan kebencian kepada umatnya terhadap orang-orang yang berbeda keyakinan dengannya. Berikut akan kami sampaikan beberapa keindahan akhlak Islami dalam bermua’amalah terhadap orang-orang kafir untuk membantah semua pernyataan Islam adalah agam intoleran, yakni :

  1. Bersikap Obyektif, adil kepadanya dan memberikan kebaikan-kebaikan kepadanya jika ia bukan kafir harbi (yang memerangi), karena Allah Ta’ala telah berfirman :“Allah tidak melarangmu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : 8)
  2. Berbelas kasih kepadanya dengan belas kasih yang umum, seperti memberinya makan manakala kelaparan, memberinya minum manakala kehausan, mengobatinya manakala ia sakit, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “sayangilah siapa yang ada di bumi, niscaya engkau disayangi oleh Dzat yang ada di langit.” (shahih. HR. ath-Thabrani 10/149, al-Hakim 4/277)
  3. Tidak mengganggunya, baik dalam hal hartanya, darahnya ataupun kehormatannya selama mereka tidak memerangi kaum muslimin dan memiliki perjanjian damai serta mendapatkan perlindungan dari pemerintah.
  4. Tidak mengganggunya, baik dalam hal hartanya, darahnya ataupun kehormatannya selama mereka tidak memerangi kaum muslimin dan memiliki perjanjian damai serta mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

Inilah diantara beberapa keindahan akhlak yang diperintahkan oleh syariat Islam kepada umatnya dalam bermu’amalah dengan orang kafir. Karena Islam merupakan agama rahmat bagi alam semesta, tidaklah Islam diturunkan melainkan untuk mengajak manusia kepada kebaikan.

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *