adap terhadap orangtua
DASAR ISLAM, KELUARGA

Seperti Inilah Adab Terhadap OrangTua

Alomuslim.comAdab Terhadap Orangtua Umat muslim diperintahkan untuk berbakti dan selalu berbuat baik kepada kedua orangtua. Perintah ini bersifat terus menerus sepanjang hidup si anak, bahkan ketika orangtuanya telah tiada. Artinya, bahwa anak harus berbakti dan berbuat baik kepada orangtuanya tidak mengenal batas waktu, dan tidak juga harus menunggu waktu perayaan tahunan baru berbakti dan berbuat baik. Seperti yang banyak terjadi pada masyarakat kita pada hari ini. Dimana mereka menjadikan satu hari khusus bagi Ibu yang kemudian diperingati setiap tahunnya, yang dikenal dengan hari ibu.

Jelas itu bukanlah ajaran dari agama Islam. Ini bukanlah adab yang baik. Bagaimana mungkin ketika orangtua telah menghabiskan waktunya merawat kita dari kecil hingga dewasa dengan curahan kasih sayang, tetapi kita cuma memberikan kasih sayang kepada mereka pada saat perayaan tahunan saja. Kedua orangtua berhak untuk mendapatkan kasih sayang dari anaknya setiap waktu.

Islam tidak pernah  menetapkan syariat untuk memperingati perayaan yang demikian. Karena setiap muslim percaya akan adanya hak kedua orangtua terhadap dirinya serta kewajiban berbakti, menaati dan berbuat baik terhadap keduanya sepanjang waktu.

[irp posts=”1160″ name=”Kisah Ali Bin Abu Thalib Dan Adabnya Kepada Orang Tua”]

Hal tersebut tidak hanya karena orangtua menjadi sebab kerberadaan si anak, atau karena mereka telah memberikan perlakuan baik terhadapnya dan memenuhi kebutuhannya, tetapi juga karena Allah  telah menetapkan kewajiban atas anak untuk berbakti dan berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Bahkan Allah mmenyebutkan kewajiban berbakti kepada orangtua setelah penyebutan kewajiban terhadap-Nya.

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya :

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘Ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al Isra’ : 23-24)

Dalam ayat tersebut terdapat beberapa adab yang harus diperhatikan oleh anak terhadap orang tuanya, yakni :

1.Jangan Berkata ‘Ah’

Seorang anak tidak boleh mengatakan ‘Ah’ atau semua perkataan yang memiliki makna yang serupa. Karena perkataan yang demikian menunjukkan sikap penolakkan dan ketidaksenangan terhadap orangtuanya. Sementara mereka diperintahkan untuk taat terhadap setiap yang diperintahkan atau dilarang oleh keduanya dan melaksanakannya dengan sempurna dalam rangka mentaati Allah .

Ketaatan terhadap kedua orangtua adalah mutlak selama tidak untuk bermaksiat kepada Allah dan menyelisihi syariat-Nya. Karena tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.

2.Jangan Membentaknya

Seorang anak harus memuliakan dan mengagungkan kedua orangtuanya, jangan membentaknya karena hal itu dapat menyebabkan sakit hati dan kekecewaan dalam diri mereka. Maka seorang anak seharusnya bersikap santun, menghormati keduanya dengan perkataan dan perbuatan, tidak menghardik dan tidak mengangkat suara terhadapnya.

3.Ucapkanlah Perkataan Yang Mulia

Jangan sesekali seorang anak mengucapkan perkataan-perkataan yang kasar atau tidak pantas terhadap orangtuanya. Termasuk dalam hal ini adalah dengan tidak memanggil keduanya dengan nama mereka, seperti yang terjadi pada masyarakat barat, tapi panggillah dengan panggilan yang mulia bagi keduanya.

Janganlah seorang anak berbicara lebih banyak dari kedua orangtuanya seolah ingin menggurui keduanya. Tetapi ucapkanlah perkataan yang membuat keduanya merasakan ketenangan, kedamaian serta kebahagiaan. Berbicaralah secukupnya dihadapan keduanya, tidak perlu menceritakan semua keluh kesah terhadap keduanya. Tunjukkan bahwa hidup kita telah bahagia agar keduanya juga merasa bahagia.

4.Rendahkanlah Dirimu Dihadapan Kedua Orangtuamu

adap terhadap orangtua merendah

Seorang anak tidak sekali-kali dapat membalas jasa kedua orangtuanya meskipun telah melakukan kebaikan sebanyak apapun. Rasulullah  bersabda :

Seorang anak tidaklah dapat membalas (jasa) orangtuanya kecuali apabila ia mendapatinya sebagai budak lalu ia membelinya kemudian memerdekakannya.” (HR. Muslim no. 1510)

Tetapi apa yang terjadi hari ini, sungguh sangat menyedihkan, dimana para orangtua kini telah diperbudak dan harus melayani anaknya. Naudzubillah tsumma naudzubillah. Padahal seorang anak lebih pantas ‘menjadi budak’ atas orangtuanya, dalam rangka membalas jasa-jasa mereka yang tidak akan pernah terbayar meskipun telah mengabdi seumur hidup anak. Maka rendahkanlah dirimu dihadapan kedua orangtuamu.

5.Berdoalah Untuk Keduanya

Seorang anak harus berbuat baik kepada kedua orangtuanya dengan segala sesuatu yang mampu dilakukan, seperti memberi makanan, pakaian, mengobati, mencegah marabahaya dan mempertaruhkan jiwa raga untuk melindungi keduanya serta mendoakan dengan doa yang baik sepanjang waktu.

Kalau seandainya seorang anak tidak mampu melakukan banyak hal dalam kebaktian pada kedua orangtuanya, maka perbanyaklah berdoa untuk keduanya. Sisipkan keduanya dalam setiap doa yang dipanjatkan, pilihlah waktu-waktu mustajab untuk berdoa dan jangan lelah mendoakan keduanya. Sebagaimana orangtua yang tidak pernah lelah dan senantiasa mendoakan anak-anaknya dalam banyak kesempatan.

Semoga Allah berikan kemudahan pada diri kita untuk menjaga adab kepada kedua orangtua dan  menjadi anak yang selalu berbakti kepada keduanya.

Allahumma aamiin.

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *