Adakah Perayaan Ulang Tahun Dalam Islam?

Alomuslim.com – Akibat yang dirasakan karena telah meninggalkan ajaran Islam dan enggan untuk mengkaji ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya adalah kemunduran dalam tubuh umat Islam. Dengan ketidaktahuan ilmu mengenai beberapa perkara, menyebabkan sebagian besar kaum muslimin meremehkan hal tersebut. Misalkan dalam hal perayaan ulang tahun. Banyak diantara umat Islam pada hari ini yang turut mengerjakan perayaan ulang tahun. Sebagian mereka menganggap bahwa hal itu tidak memiliki kaitan dengan hukum Islam dan sebagiannya lagi memang tidak mempedulikan hal tersebut.

Maka, marilah kita kembali menelaah ilmu-ilmu yang telah di ajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan juga diamalkan oleh para sahabatnya yang mulia serta orang-orang shalih dari generasi terbaik umat Islam. Ketika kita mengetahui ilmu tentang perkara-perkara dalam syariat Islam, niscaya kita mendapati bahwa perayaan ulang tahun tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam atau dikerjakan oleh para sahabatnya dan juga oleh orang-orang shalih setelahnya.

Bagaimana kita bisa tahu kalau perayaan ulang tahun tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan dikerjakan oleh para sahabat, padahal masa beliau telah jauh berlalu dari masa kita sekarang ini? Jawabannya adalah karena tidak ada satupun hadits maupun atsar (kabar) yang sampai kepada kita sekarang ini, yang menyebutkan kalau Rasulullah mengajarkan umatnya untuk merayakan ulang tahun. Lalu dari mana datangnya perayaan ulang tahun? Yang pasti, perayaan itu tidaklah datang dari ajaran Islam.

Seandainya saja sebagian kita mau menghabiskan sedikit waktu untuk menelusuri awal mula perayaan ulang tahun, niscaya kita akan mendapati banyak informasi yang menyebutkan bahwa perayaan tersebut pada awalnya banyak dilakukan oleh orang-orang musyrik yang jauh dari keimanan kepada Allah. Maka dalam hal ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memperingati umatnya untuk tidak meniru-niru perayaan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik.

“Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan, seandainya mereka masuk ke dalam sarang biawak pun kalian mengikuti mereka.” Kami bertanya, “Ya Rasulullah, itu kaum Yahudi dan Nashrani?” Beliau berkata, “Siapa lagi.” (HR. Bukhari 7320, Muslim 2669)

Dalam riwayat lainnya, Rasulullah juga bersabda :

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, berarti ia dari golongan mereka.” (HR. Abu Dawud 4031, Ahmad 5093)

Jadi ketika ada seseorang yang melakukan perayaan atas ulang tahunnya, pada saat itu dia telah meniru-niru atau menyerupai perbuatan yang dilakukan oleh golongan di luar Islam. Dan akibat dari perbuatan itu, dengan memahami makna hadits di atas, menyebabkan para pelakunya menjadi bagian dari golongan yang diikutinya. Dan ini merupakan suatu yang berbahaya bagi diri seorang muslim. Kalau seperti itu, lantas perbuatan siapakah yang lebih pantas ditiru oleh umat muslim? Tidak lain ialah perbuatan Rasulullah dan para sahabatnya serta orang-orang shalih yang mengikuti setelahnya.

Maka sudahilah kebiasaan dalam melakukan perayaan ulang tahun, sesungguhnya itu merupakan budaya orang-orang musyrik yang jauh dari petunjuk Allah, yang hingga hari ini terus di pertontonkan kepada kaum muslimin agar kaum muslimin perlahan-lahan meninggalkan ajaran Islam hingga mereka terasing dan melupakan sama sekali ajaran Islam. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Referensi :

  • Perayaan Hari Kelahiran (Ulang Tahun), Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Muslim : 2004)
  • Sikap Yang Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun, Yulian Purnama (Al Manhaj : 2010)
  • 39
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment