Akhlak Dan Adab Dalam Bertetangga
AKHLAK, DASAR ISLAM

Akhlak Dan Adab Dalam Bertetangga

Alomuslim.com – Seorang muslim mengakui bahwa tetangga mempunyai hak-hak terhadap dirinya disamping adab yang harus dilakukan secara sempurna oleh mereka yang saling bertetangga. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala :

“Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa : 36)

Dan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam juga bersabda :

“Jibril masih terus berwasiat kepadaku untuk berbuat baik terhadap tetangga, sampai-sampai aku mengira bahwa Jibril memerintahkan agar tetangga itu ikut mewarisi.” (HR. Bukhari no. 6014, Muslim no. 2624)

Dalam riwayat lainnya, beliau juga bersabda :

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhari no. 6019, Muslim no. 47)

Berikut beberapa akhlak dan adab ketika bertetangga :

1. Tidak Menyakiti Tetangga

Baik dalam perkataan maupun perbuatan, baik ia dari orang diluar Islam terlebih dia adalah seorang muslim. Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda :

“Demi Allah, tidaklah beriman. Demi Allah, tidakla beriman.” Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan-gangguannya’.” (HR. Bukhari no. 6016)

2. Berbuat Baik Kepada Tetangga

Yaitu menolongnya jika ia minta pertolongan, membantunya jika ia minta bantuan, menjenguknya jika ia sakit, mendahuluinya dengan sapaan dan salam, berbicara dengan lembut kepadanya dan berbagai kebaikan lainnya.

3. Memuliakan Tetangga Dengan Bersikap Baik

Yaitu menolongnya jika ia minta pertolongan, membantunya jika ia minta bantuan, menjenguknya jika ia sakit, mendahuluinya dengan sapaan dan salam, berbicara dengan lembut kepadanya dan berbagai kebaikan lainnya.

4. Menghormati Dan Menghargainya

Tidak merendahkannya di hadapan tetangga lain, mendengarkan dengan baik pendapatnya atau menitipkan barang di rumah anda. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi was sallam,

Janganlah seseorang di antara kalian melarang tetangganya menempatkan kayu pada dindingnya.” (shahih. HR. al-Hakim 2/64)

Wallahu Ta’ala a’lam.

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *