Akibat Sikap Malas Bershalawat Kepada Rasulullah
DASAR ISLAM, DOA DAN DZIKIR

Akibat Sikap Malas Bershalawat Kepada Rasulullah

Alomuslim.com Bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi was sallam adalah wajib. Shalawat termasuk dalam salah satu dzikir dan juga doa yang disampaikan umat kepada Nabinya yang mulia shallallahu alaihi was sallam. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui firman-Nya :

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam pernghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab : 56)

Serta banyak riwayat hadits yang menyebutkan tentang wajibnya bershalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam. Lalu bagaimana dengan orang yang memiliki sikap malas untuk bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi was sallam ?

Balasan Untuk Orang Yang Malas Bershalawat

Al Hafih Ibnu Hajar rahimahullahu, menggolongkan kemalasan untuk bershalawat kepada Nabi sebagai perbuatan dosa besar. Hal ini semakna dengan beberapa riwayat yang menyebutkan mengenai balasan akibat malas untuk bershalawat. Berikut beberapa diantaranya :

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda :

“Golongan manapun yang duduk dan mereka lama dalam duduk mereka itu, kemudian mereka berpisah tanpa berdzikir kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi-Nya, maka atas mereka beban dari Allah. Jika berkehendak, Dia akan mengazab mereka, dan jika berkehendak, akan mengampuni mereka.” (shahih. HR. al-Hakim)

Dalam riwayat yang lain Abu Hurairah radhiallahu anhu juga menyebutkan, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda :

“Terhinalah rang yang disebut namaku disisinya, lalu dia tidak bershalawat kepadaku..” (shahih. HR. at-Tirmidzi dan al-Hakim)

Serta banyak riwayat semakna dengan yang seperti itu. Maka balasan untuk orang yang malas bershalawat, Rasulullah telah mengancam dengan keras berupa siksa neraka, kehinaan, dicap sebagai orang yang kikir. Sungguh ini adalah ancaman yang keras sekali, sehingga meninggalkan shalawat layak dimasukkan dalam kategori perbuatan dosa besar. Allahu yahdik.

Referensi : Bid’ah-Bid’ah Yang Dianggap Sunnah, Syaikh Muhammad ‘Abdus-salam (Qisthi Press : 2013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *