Amalan Mengatasi Anak Nakal Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Amalan Mengatasi Anak Nakal – Anak adalah anugerah sekaligus amanah dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang diberikan kepercayaan. Maka, sudah menjadi barang tentu kita harus menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.  Sifat dan karakter manusia yang ada dalam jiwa sang anak pada dasarnya bisa dibentuk melalui bimbingan atau pengajaran yang diberlakukan sejak dini. Membimbingnya dengan jalan yang telah disunnahkan oleh Nabi SAW adalah cara yang paling tepat untuk membentuk karakter dasar si anak. Tujuannya hanya satu, agar anak kita menjadi sosok muslim sejati yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Sebagai orang tua, tanggung jawab mengasuh dan mendidik anak adalah kewajiban yang tak bisa ditinggalkan, bahkan dengan alasan apapun. Semua itu demi menjaga amanat dari Allah SWT, karena seperti yang kita tidak semua dari hamba-Nya yang dipercaya menerima amanat tersebut. Banyak sekali kita temui orang disekitar kita yang berikhtiyar kesana kemari untuk bisa mendapat anugerah dan amanat yang sama, yakni anak. Sedangkan kita yang telah lebih dahulu  dipercaya, akankah seenaknya saja menjaga anugerah terindah yang telah diberikan-Nya kepada kita? Tentu saja tidak, bukan?

Baca Juga : 7 Amalan Sunnah Rasulullah

Junjungan kita, Rasulullah SAW sendiri telah banyak memberikan teladan kepada umatnya tentang bagaimana cara mendidik seorang anak dan menghadapi anak yang nakal. Sunnah dari Rasuulullah SAW ini bisa kita jadikan patokan pertama atau sebagai amalan mengatasi anak nakal yang baik untuk dijalankan setiap harinya di lingkungan keluarga.

Lalu, apa saja tata cara mendidik anak dan amalan mengatasi anak nakal berdasarkan sunnah Rasulullah SAW? Simak ulasan kami berikut ini.

Amalan Mengatasi Anak Nakal Menurut Sunnah Rasullullah SAW

1. Amalan Mengatasi Anak Nakal dengan Didikan Tauhid

amalan mengatasi anak nakal didikan tauhid

Dari Ibnu Abbas R.a dalam kitab Sya’bul Imam 6:398. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : ““Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailahaillallah”. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” 

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita betapa pentingnya ucapan Lailahailallah sebagai kesaksian kita akan keEsaan Allah SAW. Hingga dalam hadits diatas jelas diterangkan bahwa sesuatu yang penting pula untuk mengenalkan tentang ilmu ketauhidan pada anak melalui lafadz tersebut.

Maka, sebaiknya kalimat Lailahaillah sudah mulai dikenalkan pada anak sejak dini, paling tidak mulai usia 3 tahun dimana mereka sudah mulai bisa berbicara. Setidaknya secara ilmu tauhid ada dua tahapan dalam mendidik anak. Pertama, sejak umur 3 tahun ajarkan mereka mengucap Lailahailallah sebanyak 7 kali. Dan saat mereka memasuki umur 3 tahun lebih 7 bulan ajarkan untuk mengucapkan kalimat Muhammad Rasulullah. Tahapan ini disarikan dalam sebuah kita yang kta kenal dengan kitab Al-Mali.

2. Mengenalkan Anak dengan Rutinitas Ibadah

amalan mengatasi anak nakal rutinitas ibadah

Dalam hal ini terutama adalah kewajiban shalat. Ajarkan mereka untuk kenal dengan ibadah wajib umat islam, yaitu shalat. Pertama, pastikan setiap anda mengerjakan sholat anak ikut di dekat anda, walaupun hanya duduk-duduk saja. Paling tidak biarkan mereka tau setiap anda menjalankan sholat, bilang kepada mereka “Ayah/Ibu mau sholat dulu!” dan sesekali ajak mereka.

Saat mereka menginjak usia 3 tahun lebih, dan bisa berdiri serta mengenal arah ajak mereka untuk ikut sholat, sebisanya. Lakukan sesering mungkin hingga mereka hafal gerakannya karena selalu melihat orang tuanya sholat. Masuk usia 7 tahun, ajari anak untuk berwudhu. Meskipun belum sempurna, yang penting dia tahu kalau setiap akan sholat seorang muslim harus terleih dahulu dalam keadaan suci. Cara mensucikan diri adalah dengan berwudhu, ceritakan itu semua kepada si anak. Setelah menginjak 8-9 tahun, barulah ajari mereka wudhu dan sholat yang benar beserta dengan bacaannya. InsyaAllah pada umur sekian mereka sudah mulai bisa menangkap semua yang diajarkan oleh orang tuannya.

3. Ajari tentang Ibadah Ibadah Wajib, Sunnah dan Do’a-do’a

amalan mengatasi anak nakal doa

Rasulullah Muhammad SAW, bersabda : Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).

Hadits diatas mengungkapkan bahwa memberikan pelajaran kepada anak tentang kewajiban-kewajiban seorang muslim adalah suatu perkara yang penting. Bahkan dalam hadits tersebut terdapat kata ‘pukulah’ yang disini maksudnya adalah ketegasan, bukan berarti kita harus memukul anak ketika ia tidak mau sholat. Anak kecil masih memiliki ego yang besar dan sulit untuk dikendalikan. Maka dengan itu bersikap lemah lembutlah dengan sesekali memberikan bumbu ketegasan, agar anak disiplin dan mengerti kewajibannya sebagai muslim.

Tak hanya tentang sholat saja, kenalkan dengan ibadah wajib lainnya seperti puasa di bulan di bulan Ramadhan. Begitu juga dengan ibadah-ibadah sunnah, mulai dari sholat sunnah tahajud dan sebagainya. Ajak anak untuk tidur awal dan bangunkan mereka ketika waktu tahajud tiba, ajak untuk sholat bersama-sama.

Mengajarkan anak tentang do’a-do’a juga penting. Mulai dari do’a-do’a yang ringan atau doa harian seperti do’a mau makan, setelah makan, do’a bepergia dan lain sebagainya. Cara ini mengandung makna tersirat, yaitu agar anak tahu bahwa manusia tak memiliki kekuatan apa-apa untuk mengerjakan sesuatu kecuali hanya dari Allah SWT.

4. Lembut Kepada Anak dan Sesekali Memberikan Hadiah

amalan mengatasi anak nakal memberi hadiah

Sebagai seorang pemimpin umat, Nabi SAW tak hanya memiliki sifat yang tegas. Beliau Nabi SAW juga seorang yang perilakunya penuh dengan kelembutan, terutama dengan anak-anak. Suatu hari ada Aqra’ bin Habis berkata, “Demi Allah, aku mempunyai sepuluah anak, tapi tidak satupun kuciumi diantara mereka.” Mendengar ucapan Aqra’ Nabi SAW pun menoleh dan memandanginya. Lantas beliau bersabda, “Barang siapa yang tak mengasihi, maka tak akan dikasihi.

Memberikan hadiah kepada anak juga salah satu contoh kelembutan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Cara ini bisa kita tiru, contohnya ketika anak mampu menyelesaikan belajar membaca al-Qur’annya ke tingkat tertentu berikan hadiah kepada mereka. Selain sebagai ungkapan kasih sayang, juga agar mereka termotivasi untuk terus belajar.

Rasulullah SAW pun pernah bermain dengan para anak-anak dan memberikan mereka hadiah. Ketika itu beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan beberapa anak lainnya dari putra Al Abbas untuk berbaris, lalu beliau berkata siapa yang dapat samapi lebih dahulu di tempat Rasulullah SAW berdiri maka akan diberinya hadiah. “……….Mereka pun berlomba lari menuju tempat Rasulullah berada. Setelah mereka sampai di tempat beliau, ada yang memeluk punggung dan ada pula yang memeluk dada beliau. Rasulullah menciumi mereka semua serta menepati janji kepada mereka.” (Majmu’uz Zawaid).

Amalan Mengatasi Anak Nakal

Mendidik anak memang tidak semudah yang kita bayangkan. Kesabaran dan kesadaran tinggi harus lebih dahulu kita miliki, semua itu tiada lain demi kebaikan sang anak tentunya. Apalagi jika anak kita tergolong anak yang memiliki karakter atau sifat yang nakal. Tentu tak cukup dengan ketegasan atau kelembutan saja dalam membimbingnya. Kita juga harus senantiasa menyerahkan kembali semua bimbingan kepada Allah SWT dengan cara berdo’a dan melakukan amalan-amalan mengatasi anak nakal. Tujuannya adalah agar Allah SWT membuka serta melunakkan hatinya yang tertutup lagi keras.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS:Al ‘Imron:200)

Para ‘ulama mengajarkan kepada kita, bacakan ayat diatas sebanyak 7x, 41x, 111x, 313x 111x atau sebanyak 4444x di makanan atau minuman yang akan anda berikan kepada anak. Atas Ijin Allah SWT dengan amalan mengatasi anak nakal tersebut, putra/putri anda yang agak sulit diatur akan sedikit demi sedikit melunak hatinya.

Leave a Comment