7 Amalan Sunnah Rasulullah SAW yang Mudah Dikerjakan Setiap Hari – Alomuslim

7 Amalan Sunnah Rasulullah SAW yang Mudah Dikerjakan Setiap Hari

amalan sunnah rasulullah

7 Amalan Sunnah Rasulullah SAW yang Mudah Dikerjakan Setiap Hari – Sebagai seorang muslim yang beriman sudah barang tentu jika kita harus menjalankan semua perintah dan kewajiban yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Kewajiban semisal Shalat fardlu 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, membayar zaat, dan haji jika kita mampu adalah beberapa adari kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap mukmin yang taat.

Tapi selain ibadah fardlu seperti tersebut diatas, alangkah baiknya jika kita juga menambahkan dalam keseharian kita amalan-amalan sunnah Rasulullah SAW, sebagaimana yang telah beliau lakukan semasa hidupnya.

Amalan sunnah inilah yang nantinya akan menambah timbangan amal perbuatan kita kelak. Sayangnya, ada banyak sekali amalan-amalan sunnah Rasulullah SAW yang kini tidak kita kerjakan, atau bahkan mungkin sebagian dari kita telah melupakannya. Nah, Untuk itu di update artikel kali ini Alomuslim akan mengajak semua teman-teman muslim yang membaca artikel ini mengingat kembali beberapa amalan-amalan sunnah Rasulullah SAW yang sebenarnya mudah untuk dikerjakan setiap hari.

Amalan Sunnah Rasulullah yang Mudah Dikerjakan

1. Senantiasa Dalam Keadaan Berwudhu

amalan sunnah rasulullah berwudhu

Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Sahabat Tsauban Ra ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “Istiqomahlah semua dari kalian (menjalankan perintah dari Allah SWT) dan kalian tak akan pernah mampu menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah jika sebaik-baiknya perbuatan adalah shalat, dan tak ada yang terus menjaga wudhlunya kecuali orang mukmin.” (HR.Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari riwayat hadits diatas sudah bisa kita ketahui tentang begitu besarnya keutamaan seseorang yang senantiasa menjaga dirinya dalam keadaan berwudhlu. Kenapa demikian? Karena secara logika saja, orang-orang yang mendawamkan wudhlunya otomatis akan selalu menjaga jiwa dan raganya untuk tidak melakukan perbuatan yang berdosa atau diharamkan, karena takut wudhlunya akan batal.

Amalan sunnah Rasulullah SAW satu ini memang terlihat seperti sangat mudah untuk dikerjakan. Tapi pada prakteknya sangat sedikit orang yang sabar dan mampu melaksanakan amalan tersebut seperti yang telah disunnahkan oleh junjungan kita Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.

2. Berkumur dan menghirup air dengan satu cidukan air ketika wudhu

amalan sunnah rasulullah berkumur

Mungkin diantara kita jarang sekali yang mengetahui bahwa salah satu praktek yang kelihatannya sepele ini ternyata sunnah Rasulullah SAW. Umumnya diantara kita ketika berwudlu adlaah memisahkan saat berkumur dan membasuh hidung. Tapi ada sebuah kisah dalam hadits yang meriwayatkan bahwa kebiasaan Rasulullah SAW dalam berwudhlu adalah melakukan keduanya dalam satu kali cidukan air.

Dari Abudullah bin Zaid Ra diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkumur dan menghirup air kedalam hidhung secara bersamaan dalam satu cidukan air dan beliau melakukannya sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

3. Berebut/berlomba-lomba untuk mengumandangkan adzan

amalan sunnah rasulullah adzan

Adzan adalah panggilan seluruh umat muslim untuk melaksanakan ibadah shalat. Begitu besar pahala yang akan didapat oleh seorang muadzin atau orang yang mengumandangkan adzan bahkan hingga Rasulullah SAW mengatakan jikalau semua orang mengetahui keutamaan atau fadhilahnya mengumandangkan adzan, maka setiap orang akan membuat berebut hingga diibaratkan mereka akan membuat semacam undian untuk menentukan siapa yang berhak berdiri sebagai muadzin.

Sebuah riwayat dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW bersabda : andai manusia tahu pahala adzan dan berdiri di shaf pertama (saat shalat) kemudian mereka tak akan mendapatkan bagian kecuali harus dengan membuat undian dahulu. Niscaya mereka akan membuat undian tersebut.

Andaikata mereka mengerti pahala segera ke masjid untuk melaksanakan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Seandainya mereka mengerti pahala shalat isya’ dan shubuh berjamaah, niscaya mereka akan datang merkipun harus merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dari hadits diatas bahkan diterangkan juga keutamaan orang yang selalu mempercepat langkahnya pergi ke masjid ketika mendengar adzan berkumandang. Bahkan juga fadhilah yang super besar bagi seorang muslim yang shalat isya’ dan shubuh berjamaah di masjid.

Saking istimewanya hingga Rasulullah SAW menggambarkan jika orang yang lumpuh (merangkak) pun akan berusaha untuk dapat sampai ke masjid untuk jamaah isyak dan shubuh kalau mereka tahu begitu besarnya pahala yang akan diberikan oleh Allah kepadanya.

4. Tidak Begadang dan bergegas tidur selepas shalat isya’

amalan sunnah rasulullah tidur

Mungkin kita sering mendengar sebuah lagu dari musisi kondang H Rhoma Irama,”…. begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja asal ada perlunya!” Ternyata lagu itu dibuat bukan asal mereangkai kata saja, melainkan juga satu ungkapan yang menggambarkan kebiasaan Rasulullah SAW semasa hidupnya.

Diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah tetap terjaga seusai melaksanakan shalat fardlu isya’. Beliau akan segera tidur, agar di sepertiga malam dapat kembali bangun untuk melaksanakan shalat sunnah tahajud. Meskipun Rasulullah SAW juga pernah begada, tapi itu s angat jarang dilakukan, melainkan jika ada suatu kewajiban yang harus beliau laksanakan.

5. Shalat Dhuha

amalan sunnah rasulullah shalat dhuha

Selain shalat fardlu, Rasulullah SAW juga terus menjaga dan mendawamkan amalan-amalan shalat sunnahnya. Salah satu shalat sunnah yang senantiasa dikerjakan oleh Rasulullah SAW adalah shalat sunnah Dhuha’. Shalat dhuha’ ini dikerjakan biasanya di pagi hingga siang hari setelah matahari terbit dan selesai menjelang datangnya waktu shalat dhuhur.

[su_quote]Baca Juga : Manfaat Mengerjakan Shalat[/su_quote]

Ciri-ciri waktu dibolehkannya untuk mengerjakan shalat sunnah Dhuha adalah ketka matahari naik hingga lebih kurang sepenggalah dan waktunya berakhir ketika beberapa saat menjelang dhuhur.

Dikisahkan dalam sebuah hadits at-Tirmizi, Rasulullah SAW bersabda : “Shalah dhuha itu mendatangkan rizki dan menolak kemiskinan, dan tak ada yang memelihara shalat kecuali orang-orang yang bertobat.”(HR.Tirmidzi)

6. Shalat Tahajjud

amalan sunnah rasulullah tahajud

Selain shalat dhuha, shalat tahajjud adalah salah satu amalan sunnah Rasulullah SAW yang tak pernah beliau tinggalkan. Inilah alasan mengapa beliau selalu tidur selepas isya’, karena memang syarat dari terlaksananya shalat tahajjud adalah kita harus dalam keadaan terjaga setelah beberapa saat tidur. Jadi sebelum shalat tahajjud kita harus tidur dulu, meskipun hanya beberapa saat saja.

Allah berfirman dalam surat Al-Israa’ ayat 79, yang artinya :”Dan pada sebagian malam hari 

Rasulullah SAW bersabda :”Sedekat-dekatnya hamba pada Allah adalah pada waktu akhir tengah malam. Apabila kau bisa termasuk dalam golongan orang yang berdzikir mengingat Allah pada saat itu, maka lakukanlah.” (HR. Alhakim)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW bersabda : “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah (Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”. (QS. Al-Israa’ : 79)

7. Meminta Izin sebanyak 3x pada tuan rumah saat bertamu

Terkadang jika ada perlu dengan seseorang lalu kita mendatangi rumahnya, kita mengetuk pintu atau mengucap salam berkali-kali. Bahkan terkadang kita tidak berhenti untuk mengetuk pintu sebelum si empunya rumah keluar dan menemui kita. Tapi, tahukah anda bahwa sebenarnya tindakan itu itu adalah salah satu adab yang kurang tepat untuk dilakukan saat kiata sedang bertamu dirumah seseorang?

Rasulullah SAW sendiri mengajarkan kepada kita agar meminta izin sebanyak 3x saja ketika hendak bertamu. Jika pada ketiga kalinya kita tidak mendapat izin maka sebaiknya kita pulang, dan mencoba datang lagi di lain kesempatan.

Adab meminta izin (bertamu) itu hanyalah sebanyak  tiga kali, jika tak diizinkan maka seseorang itu harus pulang.” (HR. Al-Bukhari).

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *