Apa Dan Siapa Kelompok Syi’ah Itu
SEJARAH DAN TOKOH ISLAM

Apa Dan Siapa Kelompok Syi’ah Itu?

Alomuslim.com – Syi’ah menurut etimologi Bahasa Arab bermakna pembela dan pengikut seseorang, selain itu juga bermakna setiap kaum yang berkumpul diatas suatu perkara. Adapun menurut terminologi syariat, Syi’ah bermakna kelompok yang menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib lebih utama dari seluruh sahabat dan lebih berhak untuk menjadi khalifah kaum muslimin, begitu pula sepeninggal beliau.

Syi’ah merupakan salah satu kelompok yang sangat besar permusuhannya terhadap umat Islam. Orang-orang Syi’ah dianggap telah keluar dan bukan lagi bagian dari Islam karena keyakinan mereka yang senang mencela sahabat-sahabat Rasulullah, seperti Abu Bakar, Umar dan juga Aisyah radhiallahu anhumma, sementara ada juga diantara mereka yang sampai meyakini Ali bin Abu Thalib sebagai tuhan.

Syi’ah lebih tepat disebut sebagai sebuah agama tersendiri dari pada kelompok Islam. Karena banyaknya kerusakan yang mereka lakukan terhadap syariat Islam, bahkan mengada-adakan sesuatu yang jelas bertentangan dengan syariat Islam. Seperti misalnya, orang-orang Syi’ah mengubah dua kalimat syahadat yang sudah diketahui oleh umat Islam, dengan menambahkan kesaksian untuk Ali dan juga Al Husein serta Imam mereka yang lainnya. Syahadat tersebut harus diikrarkan oleh mereka yang menjadi pengikutnya.

Syi’ah terpecah menjadi beberapa kelompok utama, diantaranya Kaisaniyyah, Imamiyyah (rafidhah), Zhaidiyyah, Ghalut dan Ismailiyyah. Beberapa ulama membedakan antara penyebutan Syi’ah secara umum dengan  Rafidhah yang lebih khusus. Karena Rafidhah merupakan Syi’ah ekstrim yang telah mencaci bahkan mengkafirkan Abu Bakar, Umar dan Aisyah radhiallahu anhumma. Hal ini untuk membedakan antara kelompok Syi’ah yang memang pendukung Ali dengan kelompok yang hanya mengaku mendukung Ali tetapi malah mengkafirkan para sahabat dan memusuhi kaum muslimin.

Beberapa penyimpangan ajaran Syi’ah diantaranya :

1. Menganggap Al Qur’an yang ada sekarang tidak asli

Ulama Syi’ah dan para pengikutnya menyatakan bahwa Al Qur’an yang ada sekarang sudah tidak asli, sudah mengalami perubahan, penambahan dan pengurangan, yang dilakukan oleh para sahabat.

2. Berlebihan dalam mengagungkan Ahli Bait dan mengkafirkan sahabat

Ulama Syi’ah dan para pengikutnya diwajibkan untuk meyakini bahwa Abu Bakar dan Umar bukanlah orang yang beriman kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam. Dan mereka menganggap bahwa Ahli Bait (keturunan) Rasulullah dan Ali adalah orang yang paling pantas untuk menjadi khalifah kaum muslimin.

3. Mengkafirkan seluruh umat muslim

Ulama Syi’ah dan pengikutnya meyakini bahwa semua umat Islam selain Syi’ah akan masuk neraka selama-lamanya. Mereka juga menyatakan bahwa bermaksiat kepada Ali adalah kekufuran dan mempercayai orang lain lebih utama dan lebih berhak dari beliau dalam khilafah adalah syirik.

4. Meninggikan kedudukan Imam Syi’ah

Menurut ulama Syi’ah dan pengikutnya, bahwa percaya kepada Imamah (imam) adalah salah satu pokok agama. Jika seseorang tidak mengimani Imamah Ali dan keturunannya maka dia kafir kepada Allah. Dan para imam memiliki derajat yang lebih tinggi dari para Nabi dan Rasul. Mereka meyakini bahwa para Imam Syi’ah adalah orang yang ma’shum (terbebas dari kesalahan).

5. Nikah Mut’ah

Ulama Syi’ah dan pengikutnya menyatakan bahwa nikah mut’ah (nikah kontrak) boleh bahkan pelakunya akan mendapatkan pahala besar. Nikah mut’ah boleh dilakukan kepada siapapun, baik kepada wanita yang sudah bersuami atau bahkan kepada bayi yang masih menyusui sekalipun.

Nikah mut’ah pada prakteknya, hampir serupa dengan perzinaan atau prostitusi, dimana lelaki membayar sejumlah uang kepada wanita, yang dianggap sebagai mahar, kemudian bersepakat untuk menikah dalam jangka waktu tertentu. Bisa hanya sepekan, sehari bahkan hanya satu jam saja. Semua itu dengan tujuan untuk melampiaskan nafsu syahwat semata.

Maka para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah (Sunni) telah mengharamkan semua penyimpangan mereka dan mengingatkan kaum muslimin dari bahaya Syi’ah. Sejarah telah menjadi saksi tentang buruknya perangai orang Syi’ah dalam menghancurkan umat Islam. Maka berhati-hatilah terhadap tipu daya mereka.

Referensi :

  • Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia, Tim Penulis MUI Pusat (FORMAS : 2013)
  • Sejarah Kemunculan Syi’ah, Satria Buana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *