Apa Hukum Memakan Daging Impor Dari Negara Non Islam
DASAR ISLAM, MAKANAN

Apa Hukum Memakan Daging Impor Dari Negara Non Islam ?

Alomuslim.com – Pada saat kebutuhan produksi daging dalam negeri sudah tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, maka pemerintah mengambil sebuah kebijakan untuk  melakukan impor daging. Yang menjadi sedikit ganjalan dikalangan msyarakat muslim adalah, daging tersebut diimpor dari negara non islam.  Kemudian yang menjadi dilema bagi masyarakat muslim adalah, Apa hukum memakan daging tersebut? Apakah halal atau haram?

Jika daging-daging yang diimpor dari negara non Islam berupa daging binatang laut air tawar, seperti ikan, cumi-cumi atau kepiting dan yang lainnya, maka ia halal untuk dimakan. Karena memang dibolehkan untuk memakan daging hewan laut secara keseluruhan meski tanpa disembelih, meskipun binatang tersebut hasil buruan orang-orang non Islam.

[irp posts=”2686″ name=”Makanan Yang Sangat Disukai Rasulullah”]

Sementara jika daging impor tersebut dari jenis binatang yang hidup di darat atau udara yang secara syariat halal untuk dimakan seperti, unta, sapi, kambing, atau juga jenis burung-burung, maka jika diimpor dari negara yang mayoritas penduduknya beragama Majusi, Pagan, atau Komunis serta Atheis, daging-daging tersebut tidak halal untuk dimakan.

Pengecualian Untuk Negara Berpenduduk Ahli Kitab

Sedangkan jika daging-daging tersebut diimpor dari negara yang mayoritas penduduknya beragama Nasrani atau Yahudi (kalangan Ahli Kitab), maka ia halal dimakan dengan dua syarat :

  • Tidak diketahui bahwa mereka menyebut selain Allah pada waktu menyembelih binatang-binatang tersebut, misalnya menyebut demi salib, Yesus Kristus dan sebagainya.
  • Binatang tersebut harus disembelih sesuai dengan sembelihan syar’i.

Pada asalnya daging impor dari negara berpenduduk mayoritas Ahli Kitab adalah halal untuk dimakan, selama tidak diketahui akan hal yang menunjukkan haramnya. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik, makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.” (QS. Al Ma’idah : 5)

Kaedah yang harus diperhatikan dalam masalah hewan sembelihan, yakni : ‘Segala hewan sembelihan yang berasal dari orang-orang yang sah  menyembelih (muslim dan ahli kitab), maka hukum asalnya adalah selamat sampai ada dalil yang menunjukkan bahwa hewan tersebut terlarang untuk dimakan.’ 

[irp posts=”2544″ name=”Makanan Bangsa Jin Yang Jarang Orang Ketahui”]

Berdasarkan uraian diatas, maka cukup bagi umat muslim untuk mengakui bahwa negara-negara pengekspor daging tersebut telah melakukan penyembelihan daging-daging tadi sesuai dengan aturan Islam. Maka bagi Pemerintah sangat penting untuk memperhatikan hal ini, agar masyarakat muslim terhindar dari memakan daging yang diharamkan. Perlu ada penekanan kesepakatan kepada negara pengekspor daging untuk menyembelih hewan tersebut sesuai dengan aturan Islam.

Semoga dapat memberikan manfaat dan pemahaman bagi umat muslim dalam masalah daging impor ini.

Referensi :

  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)
  • Hukum Daging Impor, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *