Apa Hukum Memberi Dan Menerima Uang Tips
DASAR ISLAM, TRANSAKSI KEUANGAN

Apa Hukum Memberi Dan Menerima Uang Tips ?

Alomuslim.com – Sudah biasa terjadi di tengah-tengah masyarakat kita, apabila ada seseorang yang telah melakukan suatu pekerjaan kemudian kita memberinya uang tips, atau uang lelah atau berbagai istilah lainnya yang semakna. Seperti uang tips untuk petugas parkir, pengemudi transportasi online, atau pejabat pemerintahan dan yang lainnya. Padahal mereka telah mendapatkan gaji dari perusahaan tempatnya bekerja atau bayaran atas jasa telah mengantar bagi pengemudi transportasi online.

Bagaimana sebenarnya syariat Islam memandang hal tersebut? Apakah uang yang diterima oleh si pekerja halal? Bagaimana juga hukum orang yang memberinya? Banyak pertanyaan yang bisa disampaikan mengenai permasalahan tersebut.

Para ulama menganggap bahwa uang tips sama dengan uang khianat. Menurut Imam An Nawawi, Karena uang tersebut termasuk pengkhianatan dalam pekerjaan dan amanah. Bagaimana mungkin seorang yang memang sudah melakukan pekerjaannya, sementara ia mendapatkan bayaran (gaji) atas kerjanya, tetapi ia masih menerima hadiah dari orang yang ia bantu.

Maka yang semacam itu termasuk kategori menerima hadiah dengan sebab pekerjaan yang dilakukannya, seandainya ia menerima hadiah bukan karena pekerjaan yang dilakukan, itu hal yang dibolehkan. Yang lebih buruknya adalah sampai membuat si pekerja berharap agar bisa mendapatkan uang tips atas pekerjaannya.

Ada sebuah kisah pada masa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, seseorang yang bertugas mengurus zakat, ia menerima hadiah karena pekerjaannya. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda kepadanya,

“..tidaklah seseorang datang dengan sesuatu (maksudnya mengambil hadiah dari pekerjaannya tadi) kecuali dia datang dengannya pada hari kiamat, lalu dia akan memikul hadiah dilehernya. Jika yang dipikulnya adalah unta, maka akan keluar suara unta. Jika yang dipikulnya adalah sapi, maka akan keluar suara sapi…” (HR. Bukhari no. 7174)

Maka sebaiknya si pekerja yang menerima uang tips agar menolak, kalaupun harus diterima maka sebaiknya ia mengembalikan uang tersebut kepada orang yang memberi. Apabila tidak mungkin, maka sebaiknya diserahkan ke Baitul mal sebagai infak. Janganlah khawatir dengan masalah rizki. Dan untuk anda para pengguna jasa, sebaiknya tidak usah memberi, infakkanlah uang anda di jalan Allah kepada yang lebih membutuhkan.

Wallahu Ta’ala a’lam. 

Referensi : Uang Tips, Uang Khianat, Muhammad Abduh Tuasikal, S.T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *