Apa Yang Dilakukan Ketika Mendapatkan Lailatul Qadar ?

apa yang dilakukan ketika mendapatkan lailatul qadar

Apa Yang Dilakukan Ketika Mendapatkan Lailatul Qadar ? – Sudah banyak dalil yang menerangkan mengenai keutamaan lailatul qadar dan hampir semua umat islam mengetahuinya. Banyak dari kalangan umat islam berlomba-lomba dengan menghabiskan waktunya di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dengan beri’tikaf di masjid untuk mendapatkan keutamaan lailatul qadar.

Namun, bagi orang yang terhalang mendapatkan malam yang penuh berkah itu berarti dia telah kehilangan dari semua kebaikan. Tidaklah seseorang dihalangi untuk mendapatkan kebaikannya, melainkan dia benar-benar merugi. Oleh karena itu, dianjurkan bagi seorang muslim untuk menghidupkan lailatul qadar dengan penuh keimanan dan penuh harapan akan ganjarannya. Jika dia mengerjakan hal tersebut, niscaya Allah akan memberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosa yang terdauhulu.

Baca Juga : Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Barangsiapa shalat pada (malam) lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari IV/217, Muslim no. 759)

Disunnahkan untuk banyak berdoa. Telah diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu anha ; dia menuturkan bahwasanya dia pernah bertanya ; ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mendapatkan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan?’ Beliau menjawab, : “Bacalah,

Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘annii (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, yang mencintai maaf. Karena itu, berilah maaf kepadaku.” (HR. at-Tirmidzi no. 3760, Ibnu Majah no. 3850)

Wahai umat muslim, berusahalah untuk beribadah pada malam di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan menghidupkannya dengan ibadah, serta meninggalkan segala kesia-siaan. Baginda Nabi ﷺ telah mencontohkan untuk berusaha keras mendapatkan keutamaan lailatul qadar, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu anha, :

“Rasulullah berusaha keras pada sepuluh malam terakhir, yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lainnya.” (HR. Muslim no. 1174)

Saudaraku, mudah-mudahan Allah memberikan berkah dan petunjuk kepada kita, untuk senantiasa taat kepada-Nya, serta kekuatan untuk menghidupkan malam terakhir di sepuluh malam bulan Ramadhan.

Referensi : Meneladani Rasulullah ﷺ dalam Berpuasa dan Berhari Raya, Syaikh Ali Bin Hasan bin Ali al-Halabi & Syaikh Salim bin Ied al-Hilali (Pustaka Imam Asy-Syafi’i : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *