Apa Yang Diucapkan Ketika Berta’ziyah
DASAR ISLAM, KEMATIAN DAN JENAZAH

Apa Yang Diucapkan Ketika Berta’ziyah?

Alomuslim.com – Ta’ziyah dalam pengertian bahasa berarti sabar menghadapi musibah kehilangan. Sementara dalam tinjauan ilmu fiqih, Ta’ziyah bermakna memotivasi orang yang tertimpa musibah agar bisa lebih bersabar dan meghiburnya seupaya bisa melupakannya, meringankan tekanan kesedihan dan himpitan musibah yang menimpanya, demikian yang diucapkan oleh Imam An-Nawawi.

Berta’ziyah hukumnya sunnah bagi kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan kepada keluarga mayit dengan tujuan menghibur dan meringankan kesedihannya, menasehati agar ridha dan sabar terhadap musibah yang menimpanya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mensyariatkan hal ini, bagi mereka yang mendatangi keluarga mayit, hendaknya memberikan apa yang dibawanya, jika tidak mereka melakukan semampunya demia tercapainya tujuan untuk menghibur keluarga mayit tanpa melanggar syariat.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa berta’ziyah kepada saudaranya yang beriman yang tertimpa musibah, maka Allah akan kenakan pakaian indah padanya yang akan menutupi dirinya pada hari kiamat..” (hasan. Al Irwa’ 764)

Ucapan Ketika Ta’ziyah

Seringkali kaum muslimin, hanya memberikan ucapan turut berbelasungkawa dengan redaksi yang sudah sangat umum terjadi di tengah-tengah masyarakat. Mungkin hal ini bisa dibenarkan selama dapat menghibur keluarga mayit. Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan sebuah ucapan yang mulia ketika berta’ziyah.

Inna lillaahi maa khadza, walahu maa a’thaa wa kullu syai’in ‘indahu biajalin musamman, faltashbir wal tahtasib.

“Sesungguhnya adalah hak Allah mengambil dan memberikan sesuatu. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya itu dibatasi dengan ajalyang ditentukan. Maka bersabarlah, serta carilah ganjaran dari Allah (dengan musibah ini).” (HR. Bukhari 1284, Muslim 923)

Yang perlu diperhatikan oleh kaum muslimin adalah bahwa ta’ziyah ini hanya disunnahkan kepada saudara sesama muslim, tidak berlaku bagi orang-orang selain Islam. Juga, bagi orang yang melakukan ta’ziyah, hendaknya jangan berkumpul lama-lama di rumah mayit, karena dikhawatirkan dapat menambah kesedihan keluarga mayit. Jangan juga membebani keluarga mayit untuk menyediakan hidangan kepada para tamu, tetapi hendaknya setiap orang yang datang membawa makanan untuk keluara mayit.

Wallahu a’lam.

Referensi :

  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)
  • Fiqih Ta’ziyah, Syaikh Musa’id bin Qashim al-Falih (Almanhaj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *