Apakah Anak Kecil Dan Orang Gila Wajib Membayar Zakat
DASAR ISLAM, ZAKAT

Apakah Anak Kecil Dan Orang Gila Wajib Membayar Zakat ?

Alomuslim.com – Apakah Anak Kecil Dan Orang Gila Wajib Membayar Zakat ? Terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai kewajiban membayar zakat bagi anak kacil dan juga orang gila. Adapun dalam hal ini ada perbedaan pendapat yang sangat masyhur :

Pertama, Tidak ada kewajiban zakat pada harta keduanya, baik secara mutlak maupun pada sebagiannya.

Pendapat pertama ini dinyatakan oleh para ulama dari mdzhab Hanafi. Mereka mengatakan bahwa zakat adalah semata-mata ibadah layaknya shalat yang membutuhkan niat, adapun anak kecil dan orang gila tidak dapat memberikan niat secara sah.

Juga karena beban kewajiban telah gugur dari anak kecil dan orang gila, sehingga keduanya tidak wajib membayar zakat. Demikian halnya, zakat dikeluarkan untuk membersihkan diri dari orang yang menunaikannya dari kotoran dosa-dosa, sementara anak kecil dan orang gila terbebas dari dosa (tidak memiliki dosa).

Alasan lainnya adalah karena dengan tidak mewajibkan zakat kepada keduanya berarti kita telah memelihara harta keduanya, karena keduanya tidak dapat melakukan investasi terhadap harta tersebut.

Kedua, Adanya kewajiban zakat pada harta anak kecil dan orang gila secara mutlak.

Pendapat kedua ini merupakan pendapat mayoritas ulama. Pendapat inilah yang diambil oleh Umar bin Kathab, Abdullah bin Umar, ‘Aisyah serta Jabir bin Abdullah ridwanallah ‘alaihi jami’an. Tidak ada berita yang mengatakan bahwa ada sebagian sahabat yang berseberangan dengan pendapat ini, kecuali hanya sebagian pendapat lemah yang tidak dapat dijadikan dali dan landasan hukum.

Pendapat ini didukung dengan keumuman ayat yang menunjukkan kewajiban zakat pada harta orang kaya secara mutlak dan tidak ada pengecualian terhadap anak kecil maupun orang gila. Oleh sebab pada harta anak kecil serta orang gila dapat dibelanjakan serta berlaku hukum denda, maka hal itu tidak dapat meniadakan kewajiban zakat.

Sehingga dapat dikatakan zakat merupakan hak manusia, maka kewajibannya tidak dibedakan antara yang mukallaf (terbebani) dan yang ghairu mukallaf (tidak terbebani).

Pada hakikatnya zakat bertujuan untuk menghilangkan kecemburuan sosial pada orang miskin terhadap orang kaya yang dapat berakibat fatal jika hal itu dibiarkan. Selain itu, zakat juga sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mensucikan harta.

Pendapat kedua tersebut adalah pendapat yang lebih kuat, maka seorang wali harus bertanggung jawab atas proses pengeluaran zakat dari harta anak kecil dan orang gila, karena zakat tersebut hukumnya wajib pada harta mereka. Wallahu ‘Alam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *