Apakah Boleh Shalat Jenazah di Kuburan?
DASAR ISLAM, KEMATIAN DAN JENAZAH

Apakah Boleh Shalat Jenazah di Kuburan?

Alomuslim.com – Para ulama telah bersepakat tentang pelarang shalat menghadap kubur terlebih lagi di kuburan. Tetapi dalam perkara shalat jenazah di kuburan, para ulama berselisih pendapat tentang boleh atau tidaknya. Mereka terbagi menjadi tiga golongan.

  • Pendapat Pertama, boleh melakukan shalat jenazah di kuburan. Ini adalah pendapat kebanyakan ulama dari para sahabatNabi dan generasi setelahnya, hal ini juga termasuk perkataan imam Asy-Syafi’i, imam Ahmad, Ishaq dan lainnya.

    Mereka mendasarkan pendapatnya pada apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi was sallam. Bahwa ada seorang sahabat yang meninggal, ia orang yang mendirikan sebuah masjid, lalu meninggal dunia. Saat itu Nabi belum mengetahui kematiannya, kemudian suatu hari ada seorang yang mengabarkan kepada beliau, maka beliau berkata,

    “Apa yang dilakukan orang itu?” Mereka menjawab, ‘Dia telah meninggal duni, wahai Rasulullah.’ Nabi bersabda, ‘Mengapa kalian tidak mengabariku?’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya ia demikian dan demikian -kisahnya-‘ Abu Hurairah berkata, seakan-akan mereka meremehkan permasalahannya. Nabi berkata, ‘Tunjukkanlah kepadaku dimana kuburannya?’ Lalu beliau mendatangi kuburannya dan dhalat jenazah di kuburan itu.” (HR. Bukhari no. 1337)

  • Pendapat Kedua, tidak boleh melakukan shalat jenazah dalam kuburan secara mutlak.
  • Pendapat Ketiga, tidak boleh melakukannya kecuali jika jenazah itu tidak dishalati sebelumnya. Mereka beralasan adanya dalil yang melarang shalat menghadap kubur atau di kuburan. Mereka juga mengatakan bahwa shalat jenazah di kuburan merupakan kekhususan yang dilakukan Nabi shallallahu alaihi was sallam.

Maka diantara pendapat yang paling kuat adalah di bolehkan melakukan shalat jenazah di kuburan, terutama bagi orang yang belum melaksanakannya terlebih lagi bagi mereka yang memiliki keutamaan dan kebaikan dalam masyarakat. Wallahu a’lam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *