Apakah Sah Berkurban Dengan Hewan Yang Cacat
DASAR ISLAM, MAKANAN

Apakah Sah Berkurban Dengan Hewan Yang Cacat ?

Alomuslim.com – Cacat yang terdapat pada hewan kurban dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, dan pengelompokkan ini sekaligus menunjukkan perihal keabsahan hewan kurban.

Pertama, cacat yang menolak keabsahan dan tidak mencukupi untuk kurban.

Cacat seperti ini ada empat macam yang dinyatakan tidak sah berdasarkan sunnah untuk dijadikan sebagai hewan kurban. Diriwayatkan dari Al Barra’ bin Azib radhiallahu anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Ada empat hewan yang tidak mencukupi untuk dijadikan sebagai hewan kurban ; Hewan buta, hewan yang sakit, hewan pincang, dan hewan terlalu kurus yang tidak bersumsum.” (shahih. HR. An Nasa’I 7/214, Ibnu Majah no. 3144 dan Ahmad 4/284)

Kedua, cacat yang dimakruhkan untuk berkurban dengannya, tetapi ia tetap mencukupi sebagai hewan kurban.

  1. Hewan yang terpotong telinganya atau sebagian telinganya. Menurut mayoritas ulama, cacat seperti ini tidak mencukupi untuk berkurban. Ali radhiallahu anhu pernah mengatakan, ‘Kami diperintahkan Rasulullah untuk mengutamakan mata dan telinga.’ ( HR. Abu Dawud no. 284, At Tirmidzi no. 1498, Ahmad 1/95 dan lainnya)
  2. Hewan yang pecah tanduknya atau sebagian besar tanduknya. Para ulama menyatakan bolehnya berkurban dengan binatang yang tanduknya pecah, jika hal tersebut tidak berdarah. (Al Istidzkar, Ibnu Abdil Bar 14/132)

Ketiga, cacat yang tidak berpengaruh.

Contohnya seperti binatang yang tidak bergigi, hewan yang buntung (terputus ekornya) hewan yang dikebiri dan lain-lainnya. Sehingga cacat yang seperti ini tidak dilarang, hanya saja tidak sempurna.

Wallahu a’lam bishawab.

Referensi :Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *