Apakah Seorang Istri Boleh Memberikan Zakat Kepada Suaminya?

Alomuslim.com – Mengenai perkara zakat seorang istri kepada suaminya, apakah ia boleh membayarkan kepada suaminya, jika suaminya tersebut termasuk kategori orang yang berhak menerima bagian harta zakat? Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini, setidaknya menjadi dua pendapat :

1. Dia tidak boleh memberikan zakatnya kepada suaminya.

Ini merupakan pendapat yang diambil oleh Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Dalil mereka adalah :

  • Karena suami adalaha pasangannya, maka seorang laki-laki tidak diperbolehkan memberikan kewajiban zakatnya kepada pasangannya masing-masing, sebagaimana diperbolehkan untuk orang lain.
  • Karena istri akan ikut mmanfaatkan bagian harta zakat tersebut, yang mana hal itu tidak dibolehkan.

2. Dia boleh memberikan zakatnya kepada suaminya

Pendapat ini dipilih oleh Imam Syafi’i, dan riwayat yang lain dari Imam Ahmad. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh para ulama karena lebih mendekati dengan dalil yang tepat, yakni :

  • Pernah Zainab, istri Ibnu Mas’ud berkata, ‘Wahai Nabi Allah, sesungguhnya hari ini engkau memerintahkan kami untuk bersedekah (zakat), aku memiliki perhiasan dan ingin menzakatinya, (namun) Ibnu Mas’ud dan anaknya mengatakan bahwa merekalah orang yang paling berhak menerima zakatku.’ Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
  • “Ibnu Mas’ud benar, suamimu dan ankmu adalah orang yang paling berhak engaku sedekahi.” (HR. Bukhari 1462, Muslim 1000, Ibnu Majah 1844)
  • Karena istri tidak wajib memberi nafkah pada suaminya, maka tidak ada larangan untuk memberikan bagian harta zakatnya kepadanya, sebagaimana halnya kepada orang lain.

Adapun bagi suami, dia tidak boleh memberikan zakatnya kepada istrinya, karena nafkahnya sudah menjadi kewajiban atas istrinya, maka dia tidak lagi membutuhkan bagian harta zakat. Wallahu a’lam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Comment