apakah seorang musafir berpuasa
DASAR ISLAM, PUASA

Apakah Seorang Musafir Berpuasa ?

Alomuslim.comApakah Seorang Musafir Berpuasa ? Bagi seorang musafir (orang yang sedang dalam perjalanan) yang telah menempuh jarak tertentu hingga dibolehkannya qashar atas shalatnya, atau ada sebagian ulama yang menyebutkan jarak 84 mil, disyariatkan bagi musafir tersebut untuk tidak berpuasa. Sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“..dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah : 185)

Namun jika musafir tersebut tetap menjalankan puasanya, maka itu lebih baik baginya. Mayoritas para sahabat Rasulullah, tabi’in (generasi setelah sahabat) dan para Imam bersepakat bahwa puasanya seorang musafir adalah sah. Ada sebagian ulama yang menganggap seorang musafir yang tetap menjalankan puasa hukumnya makruh, tetapi pendapat ini kurang kuat.

Apakah sebaiknya seorang musafir berpuasa atau berbuka?

Bagi seorang musafir memiliki tiga kondisi yang ada pada dirinya, yang akan mempengaruhi apakah dia harus berpuasa atau berbuka. Berikut beberapa penjelasan mengenai kondisinya :

1. Kalau Puasa Akan Memberatkannya Dan Menghalaginya Untuk Melakukan Kebaikan

Seorang musafir yang dalam kondisi ini sebaiknya tidak berpuasa. Untuk mendukung pendapat ini ada sebuah riwayat dari Jabir radhiallahu anhu, dia berkata, ‘Pada saat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam perjalanan, beliau melihat kerumunan orang dan seorang lelaki yang tengah kepayahan, maka beliau bertanya, ‘Apa ini?’ Para sahabat menjawab, ‘Dia sedang berpuasa.’ Maka Nabi  bersabda :

“Tidak termasuk kebaikan, berpuasa dalam safar (saat bepergian).” (HR. Bukhari no. 1946, Muslim no. 1115)

2. Kalau puasa sangat memberatkannya dan dia tidak kuat untuk menjalaninya atau bahkan dapat membahayakan jiwanya

Seorang musafir yang mengalami kondisi ini harus berbuka dan haram baginya berpuasa. Karena seseorang tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan jiwanya apalagi sampai membunuh dirinya, tentu itu merupakan perkara yang diharamkan. Sesuai dengan firman Allah Subahanahu wa Ta’ala :

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS. An Nisa’ : 29)

Dan juga syariat Islam sangat menghendaki kemudahan bagi umatnya, meskipun puasa merupakan ibadah wajib, tetapi bila memberatkan seperti dalam kondisi safar maka bagi musafir tersebut diperbolehkan berbuka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah : 78)

3. Kalau puasa tidak akan memberatkannya dan tidak menghalanginya untuk melakukan kebaikan

Bagi seorang musafir dalam keadaan seperti ini sebaiknya berpuasa. Karena apabila ia tetap berpuasa maka itu kebaikan bagi dirinya. Hamzah bin Amr Al Aslami, merupakan seorang sahabat yang rajin berpuasa, berkata pada Nabi , ‘Apakah sebaiknya aku berpuasa saat dalam safar?’ maka beliau menjawab :

“Jika kamu ingin berpuasa maka berpuasalah, dan jika kamu ingin berbuka maka berbukalah.” (HR. Bukhari no. 1943, Muslim 1121)

Abu Sa’id al Khudri pernah menceritakan :

Dahulu kami berperang bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan. Diantara kami ada orang yang berpuasa dan adapula yang tidak berpuasa. Orang yang berpuasa tidak mencela orang yang tidak berpuasa dan orang yang tidak berpuasa tidak mencela orang yang berpuasa. kemudian para sahabat berpendapat bahwa orang yang mendapatkan kekuatan kemudian berpuasa, itu adalah baik, dan orang yang mendapati dirinya lemah kemudian tidak berpuasa, maka hal itu juga baik.” (HR. Muslim no. 1127)

Maka bagi seorang musafir yang mengetahui dirinya kuat, jika kemudian dia menghendaki untuk berpuasa, maka hal itu merupakan kebaikan bagi dirinya dan puasanya adalah sah.

Wallahu ‘alam.

Referensi :

  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)
  • Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *