Asma Bin Abu Bakar AS Shiddiq “Sang Putri Pemberani”

Asma Bin Abu Bakar AS Shiddiq “Sang Putri Pemberani” – Salah satu perempuan yang memeluk Islam pada awal masa ke rasul an Nabi Muhammad, Asma r.a tercatat sebagai pemeluk Islam pada urutan yang ke 18. Asma adalah putri seorang sahabat utama Rasulullah, Abu Bakar As Shiddiq.

Ketika perintah hijrah turun, Abu Bakar terpilih sebagai pendamping hijrah Rasulullah, beliau merencanakan hijrahnya dengan rapi, Ali bin Abi Thalib bertugas sebagai pengecoh kaum musyirikin yang pada saat itu secara terus menerus mengawasi rumah Rasulullah, Ali menggantikan Rasulullah tidur di tempat tidur rasul, sedangkan Asma bertugas mengantar makanan selama Rasulullah dan ayahnya bersembunyi.

Untuk mengecoh kaum musyirikin, Rasulullah dan Abu bakar bersembunyi di Gua Tsur dan akan melanjutkan perjalanan setelah dirasa aman, ketika masa persembunyiannya Asma lah yang bertugas mengantarkan makanan untuk dua orang yang amat dicintainya.

Ketika malam Asma akan bersiap, ia mempersiapkan makanan untuk diantarkan namun ia masih bingung bagaimana membawa makanan tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan kaum musyirikin. Allah SWT pun memberikan ilham pada Asma dengan cara memakai selendang atau kain panjang yang dipotong menjadi dua bagian, satunya untuk mengikat perutnya dan satunya lagi untuk membungkus makanan yang telah ia persiapkan. Bahkan Rasulullah sampai memberikan gelar khusus pada Asma yaitu Dzatun Nithaqain (pemilik dua ikat pinggang)

Bukan hal yang mudah mengantarkan makanan ketempat persembunyian rasulullah dan ayahnya, banyak hal yang dihadapi Asma, mulai dari pengintai, binatang malam padang pasir, kegelapan dan keadaan padang pasir yang tidak bersahabat.

Pada malam terakhir, setelah pulang dari mengantarkan makanan Asma berpapasan dengan rombongan Abu Jahal yang juga pulang dari mencari Rasulullah. Asma menghadapi gertakan Abu Jahal dengan berani, Bahkan Asma tidak gentar ketika Abu Jahal melayangkan tamparan ke pipi nya walaupun saat itu Asma sedang hamil namun nyalinya tidak ciut dan Asma tidak sedikitpun memberi petunjuk pada Abu jahal. Subhanallah

Berkat pengorbanan dan keberanian Asma r.a, Rasulullah dan Abu bakar dapat melanjutkan perjalanannya dan tiba di madinah dengan selamat.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *