Awal Mula Perpecahan Umat Islam – Alomuslim

Awal Mula Perpecahan Umat Islam

awal mula perpecahan umat islam

Alomuslim.com – Awal Mula Perpecahan Umat Islam Setelah Islam mencapai puncak kejayaan pada masa amirul mukminin (pemimpin kaum mukminin) Umar bin Khaththab radhiallahu anhu, yang ditandai dengan keberhasilan menyebarkan ajaran Islam ke berbagai negara serta dengan meruntuhkan salah satu kerajaan terbesar pada masa itu, yakni Persia.

Kejayaan yang diraih oleh amirul mukminin dan umat muslim membuat musuh-musuh Islam semakin takut, sehingga mereka memikirkan strategi lain agar tidak terlibat perang langsung dengan umat muslim. Bahkan sebagiannya ada yang menyerah, sehingga banyak negeri ditaklukan tanpa harus dengan berperang. Namun sayang, masa kepemimpinan amirul mukminin hanya bertahan selama kurang lebih 12 tahun.

Pada masa akhir kepemimpinannya, amirul mukminin Umar bin Khaththab dibunuh pada saat sedang mengimami umat muslim shalat subuh, oleh seorang budak asal Persia, bernama Abu Lu’lu’ah. Peristiwa ini terjadi sekitar bulan Dzulhijjah tahun 24 H. Inilah awal mula terbukanya pintu fitnah. Seperti yang pernah disampaikan oleh Hudzaifah kepada amirul mukminin bahwa kematiannya aka menjadi pintu terbukanya fitnah bagi kaum muslimin.

Hudzaifah radhiallahu anhu, pernah mendengar hadits dari Rasulullah tentang fitnah yang akan terjadi pada umat Islam, maka amirul mukminin menanyakan kepadanya perihal fitnah tersebut, dia berkata :

“Maka aku berkata kepada umar, ‘(Tenang saja) engkau tidak akan mengalami pedihnya fitnah itu, wahai amirul mukminin, karena antara fitnah itu dengan diri anda terdapat pintu yang tertutup (yang menghalanginya).’ Umar bertanya, ‘Apakah pintu itu akan terbuka atau di dobrak?’ Aku menjawab, ‘Pintu itu akan didobrak (secara paksa).’ Umar berkata, ‘Kalau begitu, untuk selamanya pintu itu tidak dapat ditutup kembali’.”

Kemudian ada seseorang yang menanyakan hal tersebut kepada Hudzaifah, ‘Siapakah yang dimaksud dengan ‘pintu’ itu?’ Hudzaifah menjawab, ‘Umar.’

Wafatnya Khalifah Utsman bin Affan Radhiallahu Anhu

Setelah wafatnya amirul mukmini Umar bin Khaththab, kaum muslimin bersepakat untuk mengangkat Utsman bin Affan radhiallahu anhu sebagai khalifah berikutnya. Karakter Utsman, jauh berbeda dengan pendahulunya, ia memimpin kaum muslimin dengan memberikan banyak kelonggaran.

Sehingga banyak provokator dari golongan orang-orang munafik dan musuh Islam yang berasal dari Kufah dan Mesir, memanfaatkan ini untuk mengobarkan fitnah di tengah umat Islam dengan menuduh khalifah melakukan praktek nepotisme dalam kepemimpinannya.

Penyulut api fitnah adalah Abdullah bin Saba’, orang yahudi yang pura-pura masuk Islam. Dia menjadi tokoh dibalik pengepungan rumah khalifah Utsman, oleh para pemberontak dari Kufah (Irak) dan Mesir. Awalnya mereka protes kepada khalifah karena mengangkat seorang wali yang masih memiliki hubungan saudara dengan khalifah, tetapi mereka menuntut khalifah untuk melantik Abu Musa Al Asy’ari menjadi Gubernur di wilayah Kufah.

Sebelum terjadi pengepungan, khalifah telah memerintahkan pada sahabat yang berjaga-jaga di sekitar rumah khalifah untuk pulang. Karena Nabi pernah menjelaskan kepada Utsman bahwa musibah akan menimpanya, karena itulah beliau bersabar dan melarang para sahabat untuk memeranginya. Sehingga ketika peristiwa pengepungan terjadi, rumah khalifah tidak ada yang menjaganya, maka para pemberontak dengan mudah masuk kedalam rumah dan melakukan penusukkan terhadap khalifah dan juga istrinya.

Peristiwa terbunuhnya khalifah Utsman semakin membuat pintu terbuka lebar. Fitnah demi fitnah terus berdatangan ketengah-tengah kaum muslimin. Hingga akhirnya terjadi peperangan besar pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu, peristiwa perang saudara sesama muslim yang menewaskan banyak diantara kaum muslimin.

Bahkan diantara mereka ada para sahabat yang saling memerangi, ada juga antara anak dan ayah yang saling berseberangan, untuk membela apa yang diyakininya. Dan peristiwa ini juga menjadi salah satu pertanda akhir zaman yang pernah disampaikan oleh Rasulullah .

Setelah peristiwa terbunuhnya khalifah, ada sebagian umat Islam yang memisahkan diri, kemudian golongan mereka dikenal dengan sebutan Khawarij dan juga muncul golongan yang dikenal dengan sebutan Syi’ah di bawah pimpinan Abdullah bin Saba’ laknatullah alaihi. Inilah dua golongan pertama yang keluar dari barisa kaum muslimin, yang menyebabkan perpecahan umat Islam. Wallahu ‘alam.

Referensi : Ensiklopedi Akhir Zaman, Dr. Muhammad Ahmad Mubayyadh (Granada Mediatama : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *