Awal Mula Terbentuknya Kota Mekah – Alomuslim

Awal Mula Terbentuknya Kota Mekah

Awal Mula Terbentuknya Kota Mekah

Alomuslim.com – Mekah merupakan salah satu kota yang cukup tua peradabannya di muka bumi. Orang yang pertama mendatangi Mekah adalah Nabi Ismail alaihissallam dan ibunya, Hajar. Nabi Ismail ketika itu masih menyusui, kurang lebih berusia setahun. Peristiwa tersebut bermula ketika Nabi Ibrahim alaihissallam menerima wahyu untuk mengirimkan anak dan istrinya ke sebuah lembah tandus yang tidak ada manusia, hewan, bahkan tumbuhan kering sekalipun.

Nabi Ibrahim-pun bersedih ketika harus meninggalkan anak dan istrinya ditempat tersebut, kemudian kembali pulang ke palestina sambil menangis dan berdoa kepada Allah sepanjang jalan. Setelah ditinggalkan, Hajar mencoba mencari sesuatu yang bisa membantu keadaannya, dan anaknya yang menangis karena lapar. Hajar berlari ke arah puncak bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali untuk melihat keadaan disekitarnya, dan peristiwa inilah yang menjadi sebab ditetapkannya rukun sa’i di bukit Shafa dan Marwah dalam ibadah haji.

Kemudian Hajar melihat ke arah Nabi Ismail yang ketika itu sudah terdiam, kemudian ia mendapati air keluar pada bekas pijakan kaki Nabi Ismail. Maka seketika itu, Hajar berusaha membendungnya sambil berkata ‘zam-zam’ (berkumpullah). Menurut sebuah riwayat disebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam pernah bersabda, jika seandainya Hajar tidak membendung air yang keluar tersebut, niscaya lembah itu akan menjadi lautan.

Pada saat yang bersamaan, suku Jurhum yang merupakan salah satu suku besar dari Yaman, telah keluar dari Yaman hendak menuju ke Syam untuk mencari penghidupan yang baru. Karena sumber air yang menghidupi mereka di Yaman telah hancur, sehingga memaksa semua suku Arab disana keluar mencari wilayah baru. Kemudian ketika suku Jurhum sampai di lembah tempat Hajar dan Nabi Ismail, dari kejauhan mereka melihat ada burung yang terbang di atas lembah tersebut.

Mereka kaget karena melihat ada burung yang terbang dilembah yang tandus, maka disitu pasti ada sumber air. Kemudian suku Jurhum mendekat dan mereka mendapati Hajar dan Nabi Ismail sedang duduk dekat sumber air zam-zam. Pemimpin suku Jurhum kemudian meminta izin kepada Hajar untuk tinggal di lembah itu, bahkan mereka rela untuk membayar agar bisa diijinkan untuk tinggal.

Hajarpun mengijinkan mereka tinggal, sehingga menurut ulama sejarah, pada hari itu sebelum matahari terbenam telah terbentuk satu komunitas masyarakat di lembah yang tandus. Kemudian suku Jurhum membangun rumah-rumah, mengembang-biakan peternakan dan perkebunan, sehingga tumbuhlah kehidupan di lembah itu dan menjadi sebuah kota yang kelak dikenal dengan nama Mekah.

Referensi : Sirah Nabawiyah, Dr. Khalid Basalamah, MA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *