Bagaimana Pembayaran Zakat Ternak Dengan Kepemilikan Partnership ?

Alomuslim.com – Partnership atau kemitraan, merupakan penggabungan, baik penggabungan secara mater maupun secara spesifikasi, yaitu menjadikan dua harta seperti satu. Dalam hal ini ada sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam menjelaskan harta yang digabungkan :

“Hendaklah tidak digabungkan antara yang terpisah, dan janganlah dipisah antara yang tergabung, karena takut (dikenakan) zakat. Dan, sesuatu yang digabung dari dua sisi (dua orang peternak), hendaknya keduanya (masing-masing ternak) dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing secara merata.” (HR. Bukhari no. 145, Ibnu Majah no. 1801, dan yang lainnya)

Harta yang dimiliki bersama (lebih dari satu orang) tetap dikenakan kewajiban zakat sebagaimana layaknya harta milik satu orang, dengan syarat-syarat sebagai berikut :

  • Semua pihak yang memiliki harta tersebut harus memenuhi syarat/kriteria orang yang wajib membayar zakat, yakni Muslim, merdeka, kepemilikan sempurna.
  • Hendaknya harta gabungan tersebut telah mencapai nisab.
  • Mencapai batas haul, dan jika tidak, maka keduanya harus membayarkan zakatnya sesuai batas haulnya masing-masing.
  • Masing-masing harta tiak berbeda dalamenam spesifikasi : kendang, tempat tidurnya, tempat minum, pemerasan susunya, pejantan, dan tempat penggembalaan.

Masing-masing harta tiak berbeda dalam enam spesifikasi : kendang, tempat tidurnya, tempat minum, pemerasan susunya, pejantan, dan tempat penggembalaan.

  1. Penggabungan harta dapat meringankan kedua belah pihak yang menggabungkan harta tersebut. Misal, masing-masing dari keduanya memiliki 40 ekor kambing. Apabila kambing keduanya digabung, maka zakat yang wajib hanya satu ekor saja. Hal ini berbeda jika tidak digabung, maka masing-masing akan dikenakan kewajiban satu ekor kambing. Karena itu Nabi melarang penggabungan harta hanya karena untuk menghindari kewajiban zakat.
  2. Kondisi kedua, praktek penggabungan ternak dapat memberatkan pemilik ternak. Sebagai contoh, ketika masing-masing kambing yang dimiliki digabungkan mencapai 40 ekor, maka ia dikenakan kewajiban zakat satu ekor kambing. Lain halnya jika keduanya tidak menggabungkan kambing miliknya, maka tidak adakewajiban membayar zakat.

Wallahu ‘lam. 

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Comment