batasan tubuh wanita yang boleh terlihat
DASAR ISLAM, PAKAIAN

Batasan Tubuh Wanita Yang Boleh Terlihat

Alomuslim.com – Berbicara mengenai pakaian bagi kaum wanita merupakan hal yang sangat pentingsehingga membutuhkan banyak pembahasan. Karena setiap bagian tubuh wanita muslimah merupakan aurat yang harus mereka jaga dan tutupi dari pandangan orang-orang yang tidak halal bagi mereka. Namun berbeda dengan seseorang yang masuk dalam kategori mahram, maka ada batasan-batasan tubuh yang diperbolehkan untuk dilihat.

Sebelum mengetahui batasan tubuh wanita yang boleh terlihat oleh mahramnya, maka sebaiknya dipahami terlebih dahulu mengenai pengertian mahram. Hakikat mahram seorang wanita adalah setiap lelaki yang boleh memandangnya, berdua dengannya, dan bepergian bersamanya dengan tujuan untuk melindungi kehormatannya tetapi tidak boleh menikah dengannya untuk selama-lamanya. Atau dalam pengertian lain, yakni setiap lelaki yang memiliki ikatan kekerabatan dengannya.

Adapun yang termasuk mahram bagi seorang wanita adalah :

  1. Suami
  2. Ayah dan kakek dari pihak ayah maupun ibu
  3. Ayah suami (mertua)
  4. Anak laki-laki kandungnya dan anak laki-laki dari istri suaminya (madunya), termasuk cucu laki-lakinya dan seterusnya sampai ke bawah
  5. Saudaranya ; baik saudara kandung, saudara seayah maupun saudara seibu
  6. Anak laki-laki dari saudara laki-laki atau saudari wanita (keponakan, mereka juga termasuk dalam hubungan persaudaraan)
  7. Paman, baik dari pihak ayah maupun ibu
  8. Mahram dari ikatan sepersusuan

Sementara selain dari yang disebutkan diatas, bukanlah termasuk mahram, sehingga haram menampakan anggota tubuh kepada mereka. Seperti, adik maupun kakak ipar laki-laki, sepupu laki-laki ataupun suami dari istri adik atau kakak dari pihak ayah maupun ibu.

Selanjutnya kita akan bahas mengenai batasan-batasan anggota tubuh yang boleh diperlihatkan kepada mahram. Dalam hal ini para ulama terbagi menjadi dua pendapat.

Baca Juga : Jangan Berlebihan Dalam Berpakaian

Pertama,mahram boleh memandang seluruh anggota tubuh wanita kecuali anggota tubuh yang terletak di antara pusar dan lututnya.

Terdapat dalil dalam riwayat yang disampaikan oleh Abu Salamah, bahwa dirinya pernah bersama saudaranya ‘Aisyah pernah menjumpai ‘Aisyah. Lalu saudaranya itu bertanya kepada ‘Aisyah tentang cara mandi Nabi . Maka ‘Aisyah radhiallahu anha mengambil air satu wadah yang luasnya satu sha’. Dan setelah itu, ia mandi dan mengguyurkan air ke atas kepalanya, sedangkan diantara dia dan kami berdua terdapat penutup.

Aisyah merupakan bibi sepersusuan dari Abu Salamah, sehingga dalam hadits ini menjadi dalil bahwasanya mahram diperbolehkan melihat sebagian anggota tubuh wanita. Dan tampak pula bahwasanya ‘Aisyah radhiallahu anha hanya menutupi bagian bawah tubuhnya yang tidak boleh dilihat oleh mahramnya.

Kedua, mahram hanya boleh melihat bagian tubuh wanita yang sering terlihat, seperti anggota-anggota tubuh yang dibasuh dalam wudhu.

Dasar pendapat ini adalah riwayat yang disampaikan oleh Ibnu Umar radhiallahu anhu, ia berkata, ‘Pada zaman Rasulullah dahulu, para laki-laki dan wanita berwudhu bersama.’

Perlu diketahui, bahwa apa yang disampaikan oleh Ibnu Umar tersebut hanya terjadi kepada pasangan suami-istri dan para mahram. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa lelaki boleh memandang anggoota-anggota tubuh wanita mahramnya yang dibasuh dalam wudhu.

Ketentuan megenai dua pendapat diatas mengenai dibolehkannya lelaki mahram memandang wanita yaitu dengan syarat tidak dengan syahwat. Kalau seandainya memandang dengan adanya dorongan syahwat, maka hukumnya menjadi haram meskipun lelaki tersebut mahramnya.

Wallahu ‘Alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *