Harumnya Bau Mulut Orang Yang Berpuasa

bau mulut orang yang berpuasa

Harumnya Bau Mulut Orang Yang Berpuasa – Di antara kelebihan orang yang berpuasa adalah bau mulut mereka berubah menjadi harum di hadapan Allah. Tapi apakah benar keterangan semacam ini? Bukankah faktanya bau mulut kita justru tidak mengenakkan ketika berpuasa?

Terdapat sebuah hadis yang lumayan panjang terkait bau mulut orang yang berpuasa ini. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda sebagai berikut.

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ ، وَلاَ يَجْهَلْ وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ ، أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي الصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

Puasa adalah perisai, maka janganlah berkata kotor, jangan pula bertindak bodoh, jika seseorang memusuhi atau mencela hendaklah ia mengatakan sesunggunya aku sedang berpuasa sebanyak dua kali. Demi zat yang jiwaku (Muhammad) berada di tangan-Nya

sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari harum misk, orang yang berpuasa meninggalkan makanannya, minumannya dan syahwatnya karena-Ku, oleh karena itu puasa adalah untuk-Ku dan aku yang akan membalasnya, dan kebaikan ketika itu akan dibalas sepuluh kali lipat.” (HR. Imam al-Bukhari)

Baca Juga : Hukum Ciuman Saat Berpuasa

Al-Qadhi ‘Iyadh menyebut terdapat beberapa pemahaman berbeda berkaitan dengan bau mulut orang yang berpuasa.

Pertama, bahwa di hari kiamat nanti Allah membalas orang yang berpuasa di dunia, meskipun bau mulut mereka ketika berpuasa tidak mengenakkan, namun di akhirat nanti bau mulut mereka lebih harum dibandingkan dengan minyak wangi misk.

Kedua, bahwa mereka, orang-orang yang berpuasa, akan mendapatkan pahala atau ganjaran lebih banyak dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh orang yang memiliki minyak misk.

Ketiga, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum bagi malaikat-malaikat Allah dibandingkan dengan bau minyak misk bagi kita yang menghirupnya. Hal ini terjadi meskipun pada kenyataannya bau mulut orang yang berpuasa sangat tidak mengenakkan bagi kita yang menghirupnya.

Keempat, bahwa bau mulut orang yang sedang berpuasa lebih banyak pahalanya dibandingkan dengan minyak misk sekalipun. Alasannya adalah karena ketika berpuasa umumnya orang lebih dianjurkan untuk berkumpul dan menghadiri majelis-majelis zikir, majelis hadis dan semua majelis kebaikan.

Oleh sebab itu bau mulut mereka meskipun tidak mengenakkan, namun lantunan zikir dan hal-hal baik yang terucap lebih banyak menghasilkan pahala dibandingkan dengan minyak misk. Ini adalah pendapat yang lebih shahih menurut al-Qadhi ‘Iyadh.

Kelima, Pendapat terakhir ini dianggap lebih kuat oleh Imam al-Nawawi, bahwa yang dimaksud dengan bau mulut orang berpuasa lebih harum adalah simbol atau tanda bahwa Allah menerima dan rida terhadap puasa orang tersebut.

Demikianlah sekelumit informasi tentang bau mulut orang yang berpuasa. Meskipun banyak pendapat tentang hal tersebut, namun  pada intinya bau mulut orang yang berpuasa memiliki keberkahannya tersendiri.

Wallahu a’lam.

Sumber: al-Thuruq al-Shahihah fi Fahm al-Sunnah al-Nabawiyyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *