Beberapa Hal Yang Berkaitan Dengan Junub
BERSUCI, DASAR ISLAM

Beberapa Hal Yang Berkaitan Dengan Junub

Alomuslim.com – Beberapa hal berikut berkaitan dengan kondisi seseorang yang sedang junub, yakni mengenai perkara apa saja yang dibolehkan dan dilarang, diantaranya :

1. Orang yang sedang junub boleh menunda mandi wajib.

Seseorang yang sedang junub dibolehkan untuk tidak segera mandi setelah berjunub, walaupun menyegerakannya adalah perbuatan yang lebih utama. Pernah suatu kali terjadi kepada Abu Hurairah radhiallahu anhu, ketika sedang junub ia menghindari Rasulullah shallallahu alaihi was sallam karena tidak suka duduk Bersama beliau dalam keadaan tidak suci, lalu Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda,

“Subhanallah, sesungguhnya seorang muslim tidak najis.” (HR. Bukhari no. 283, Muslim no. 371)

2. Orang yang junub boleh tidur sebelum mandi, jika dia berwudhu terlebih dahulu.

Diriwayatkan dari Aisyah radhiallahu anha, dia berkata;

“Apabila Rasulullah shallallahu alaihi was sallam hendak tidur, sementara beliau dalam keadaan junub, maka beliau mencuci kemaluannya, kemudian berwudhu seperti wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari no. 288, Muslim no. 305)

3. Tidak berdosa seorang yang junub untuk membaca Al Qur’an namun tidak boleh menyentuh mushaf

Untuk masalah membaca Al Qur’an, para ulama telah bersepakat bahwa orang yang junub tidak berdosa membaca Al Qur’an dengan hati dan hafalannya. Sementara untuk menyentuh mushaf Al Qur’an, para ulama berbeda pendapat menganai di bolehkan atau dilarang.

Pendapat yang paling kuat dalam hal ini adalah, sebagaimana pendapat imam empat madzhab, yakni tidak boleh seorang yang junub menyentuh mushaf Al Qur’an. Mereka berpendapat dengan ayat,

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS. Al Waqi’ah : 79)

4. Apakah orang yang junub boleh masuk masjid?

Para ulama berbeda pandangan dalam hal ini, mereka mengungkapkan berbagai dalil yang saling menguatkan pendapat masing-masing. Namun dalam rangka untuk lebih berhati-hati, sebaiknya seorang yang junub menghindari untuk berlama-lama di dalam masjid. Karena menurut sebagian pendapat pelarangan ini tidak sampai pada pengharaman secara pasti.

Adapun apabila dia cuma sekedar lewat dan berlalu, maka dalam hal ini masih diperbolehkan. Pendapat ini diperkuat dengan potongan ayat dari surat An Nisa ayat 43,

وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ

“..(jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali berlalu saja..”

Wallahu Ta’ala a’lam.

Referensi :

  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)
  • Menyentuh Mushaf Al Qur’an Bagi Orang Yang Berhadats, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
  • Junub Tidak Boleh Masuk Masjid, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *