Beberapa Kisah Kejujuran Yang Agung
AKHLAK, DASAR ISLAM

Beberapa Kisah Kejujuran Yang Agung

Alomuslim.com Kejujuran merupakan salah satu akhlak mulia yang sangat berat untuk diperbuat. Banyak diantara umat muslim yang terjebak dan akhirnya terjatuh dalam perbuatan dusta, ingkar serta khianat karena tuntutan kehidupan dunia.

Demi kekuasaan, terkadang seseorang rela burdusta dengan menyebarkan berita palsu untuk menjatuhkan lawannya. Demi menumpuk harta kekayaan, seseorang tidak segan berlaku khianat atas amanahnya dalam pekerjaan. Dan banyak perilaku lainnya yang menunjukkan bahwa kejujuran merupakan sesuatu yang ‘mahal’ dan berat untuk diperbuat.

Umat muslim, merupakan umat yang diperintahkan untuk mencintai kejujuran. Hal ini bisa kita perhatikan dari perilaku beberapa orang shalih di kalangan umat ini, yang bisa diambil hikmahnya dan menjadi pembelajaran bagi umat setelahnya. Berikut beberapa petikan kisahnya.

  1. Pernah diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abdullah bin al-Hamsa’, dia berkata : ‘Saya pernah membeli sesuatu dari Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, sebelum ia diutus (sebagai Rasul), dan masih ada suatu pembayaran yang tertinggal baginya, saya berjanji akan membawanya kepada beliau ditempatnya.

Kemudian saya lupa dan baru ingat setelah tiga hari, kemudian saya datang dan ternyata beliau masih ada di tempatnya, kemudian bersabda,

‘Hai pemuda, sungguh kamu telah menyusahkanku. Aku tetap berada di tempat ini sejak tiga hari menunggumu.’

  1. Al Hajjaj bin Yusuf (Gubernur Irak yang dikenal sangat kejam), pernah suatu kali berkhutbah, karena khutbahnya sangat Panjang, ada salah seorang yang hadir berkata, ‘Shalat! Karena waktu tidak menunggumu dan Allah tidak memberimu udzur.’ Maka al-Hajjaj memerintahkan agar orang itu ditangkap dan dipenjarakan.

Kemudian kaumnya mendatangi al Hajjaj dan berdalih bahwa orang itu gila. Al-Hajjaj berkata, ‘Jika dia mengaku gila, ia akan aku lepas dari tahannya.’ Namun orang itu berkata, ‘Tidak pantas bagiku mengingkari nikmat Allah yang telah diberikan kepadaku, dan menetapkan pada diriku sifat gila yang mana Allah menyucikanku darinya.’ Ketika al-Hajjaj mengetahui kejujurannya, makai a melepaskannya.

  1. Imam al-Bukhari meriwayatkan, ketika dirinya keluar mencari hadits dari seseorang, kemudian al-Bukhari menjumpainya ketika sedang berusaha menangkap kudanya yang lepas. Orang itu mengisyaratkan kepada kudanya dengan selendangnya, seolah-olah didalamnya ada gandum. Kemudian kuda tersebut datang dan iapun memegangnya.

Imam al-Bukhari bertanya, ‘Adakah anda memiliki gandum (ditangan anda untuk menangkap kudanya -ed)?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak, akan tetapi saya mengelabuinya!’ Maka Imam al-Bukhari berkata, ‘Saya tidak akan mengambil hadits dari orang yang berbohong kepada binatang.’

Demikianlah sedikit kisah, diantara banyaknya kisah, mengenai kejujuran yang agung, yang menunjukkan betapa mulianya akhlak tersebut. Akhlak jujur akan mengangkat derajat seseorang dimata manusia. Wallahu a’lam.

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *