Beginilah Akhlak Rasulullah Ketika Bercanda

Akhlak Rasulullah Ketika Bercanda

Alomuslim.com – Islam bukanlah agama yang kaku, yang seringkali memunculkan kesan kalau umatnya adalah sekumpulan orang-orang yang hanya serius membicarakan perihal peribadatan saja. Yang demikian tidaklah tepat sepenuhnya untuk disandarkan kepada ajaran Islam.

Islam sebagai sebuah agama memang memiliki aturan tegas dalam setiap perkara, terutama terkait masalah halal dan haram, bahkan tidak ada tawar menawar dalam hal tersebut. Sehingga terkadang ketika membicarakan permasalahan itu, umat Islam seringkali saling beradu argumentasi dan menyebabkan terjadi perdebatan.

Tetapi yang seperti itu tidak menjadikan ajaran Islam melupakan candaan dalam interaksi sosial antar umatnya. Bahkan, dalam banyak riwayat disebutkan kalau ternyata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam merupakan sosok yang gemar mencandai para sahabatnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hasan dalam hadits berikut ini : 

“Ada seorang nenek-nenek yang datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke Surga!” Beliau menjawab, ‘Wahai Ummu Fulan, surga itu tidak akan dimasuki oleh orang-orang yang sudah tua renta’. Mendengar jawaban itu maka si nenek langsung berpaling dan menangis. Lalu beliau bersabda (kepada para sahabatnya), ‘Beritahukan kepadanya bahwa surga tidak akan dimasuki oleh dirinya dalam keadaan tua renta, karena Allah berfirman, ‘Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung, lalu kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya’ (QS. Al Waqi’ah : 35-37).” (hasan. HR. Tirmidzi)

Seperti itulah cara Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mencandai sahabatnya. Perkataannya dalam candaan tidak menunjukkan adanya kedustaan. Beliau senantiasa menjaga lisannya dan menjauhkannya dari kedustaan, karena beliau tidak akan berkata melainkan kebenaran meskipun dalam hal bercanda. Para sahabat pernah mempertanyakan hal tersebut,

‘Wahai Rasulullah, anda selalu mencandai kami?’ Beliau kemudian menjawab, ‘Sungguh, aku tidak berkata kecuali kebenaran.’ (shahih. HR. Tirmidzi 1990, Al-Baihaqi 20962, Ahmad 878)

Meskipun senang bercanda dengan para sahabatnya, beliau tetap menunjukkan akhlak mulia dengan tidak berkata melainkan hanya kebenaran, apalagi sampai berkata dusta hanya untuk menarik perhatian para sahabatnya.

Hal ini sungguh jauh dengan apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam candaan mereka. Mereka rela berkata dusta atau menyampaikan kebohongan, hanya agar orang-orang tertawa mendengarkan omongannya. Maka, yang seperti ini sangatlah jauh dari akhlak yang diajarkan Rasulullah ketika bercanda.

Referensi : Mengenal Pribadi Agung Nabi Muhammad, Imam At-Tirmidzi (Ummul Qura : 2017)

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like