beginilah seharusnya seorang muslim
AKHLAK, DASAR ISLAM

Beginilah Seharusnya Seorang Muslim

Alomuslim.com Beginilah Seharusnya Seorang Muslim Diantara keindahan akhlak seorang muslim adalah sabar dan tegar menghadapi gangguan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kesabaran adalah menahan diri dari hal-hal yang tidak disukai, atau tegar menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan yang terjadi pada dirinya dengan rela dan pasrah.

Seorang muslim harus mampu menahan dirinya dari hal-hal yang tidak disukainya seperti bersusah payah dalam melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Allah, menahan diri dari tidak bermaksiat kepada Allah yang Maha Tinggi dan benar-benar enggan mendekatinya, meskipun secara naluri nafsunya sangat menginginkan dan tergiur olehnya. Ia juga harus mampu menahan diri dari cobaan yang menimpanya, sehingga tidak berputus asa atau membenci atas kejadian tersebut.

Baca Juga : Definisi Akhlak : Penjelasan dan Macamnya

Bersedih atas hal yang telah berlalu adalah penyakit, sedangkan bersedih atas hal yang sedang terjadi akan melemahkan akal. Dan hendaknya atas musibah atau kesedihan yang menimpa dirinya, jangan sampai membuatnya membenci takdir. Karena seseorang yang membenci takdir berarti ia telah mencela Allah, Dzat Yang Maha Berkehendak, yang telah menetapkan segala kejadian atas dirinya. Maka hendaknya ia menyerahkan segala urusannya kepada Allah semata, sebagaimana perintah Allah azza wa jalla dalam firman-Nya :

…وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ٢٣

..Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al Ma’idah : 23)

Kesabaran yang tanpa keluh kesah itu termasuk akhlak yang mulia. Ia hanya dapat diperoleh dengan berbagai macam latihan dan perjuangan dalam ketaatan. Ketika dirinya rela menderita dalam menegakkan Agama Allah, kemudian bersabar dan tabah dengan tidak membalas keburukan kecuali hanya dengan kebaikan,

tidak mendendam ketika dirinya mendapatkan hinaan atau celaan dari orang lain dan selalu siap sedia mencari ridha Allah. Sehingga ada sebuah ungkapan diantara para Sahabat ridwanallahu alaihi jami’an, tidak dianggap seseorang itu beriman jika tidak dapat bersabar atas penderitaan.

Untuk mencapai derajat tersebut, seseorang membutuhkan pertolongan dari Allah. Maka, bergembiralah wahai kalian yang mampu bersabar dalam setiap keadaan yang menimpa diri kalian, karena Allah telah menjanjikan balasan berupa keberkahan dan rahmat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

…وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦

أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٞ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٞۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ ١٥٧

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Innalillahi wa inna ilaihi raji’un’. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah : 155-157)

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *