Belajar Kepada Ibunda Para Ulama – Alomuslim

Belajar Kepada Ibunda Para Ulama

Belajar Kepada Ibunda Para Ulama

Belajar Kepada Ibunda Para Ulama – Sosok ibu sangat dimuliakan dalam agama Islam. Banyak dalil shahih yang menunjukkan hal tersebut diantaranya adalah hadits dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Nagi  :

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab ; ‘Ibumu.’ Lalu siapa lagi? Nabi menjawag ; ‘Ibumu.’ Lalu siapa lagi? Nabi menjawab ; ‘Ibumu.’ Lalu siapa lagi? Nabi menjawab ; ‘Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Bukhari)

Baca Juga : Sahabat Yang Terakhir Kali Menyentuh Nabi SAW

Orang bijak tempo dulu pernah menyebutkan tentang rahasia kesuksesan seseorang ; Dibalik pria sukses, ada seorang ibu teladan. Karena sosok ibu memiliki peran besar dalam membentuk watak, karakter dan kepribadian seseorang. Peran mendasar yang harus dituaikan oleh seorang ibu adalah menanamkan norma luhur dan budi pekerti mulia dalam dirinya terlebih dahulu,

karena apabila seorang ibu tidak memilikinya tentu akan sulit dalam memberikan hal tersebut kepada sang anak. Sehingga kecerdasan, keuletan dan perangai seorang ibu menjadi faktor utama dalam mengukir masa depan sang anak.

Sebuah Pelajaran Berharga

Ummu Sulaim adalah ibunda dari Anas bin Malik radhiallahu anhuma, yang merupakan salah satu dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi . Tidak ada seorang muslimpun yang meragukan keshalihan dan keilmuan dari Anas bin Malik.

Berdasarkan sebuah riwayat yang disampaikan oleh Anas bin Malik radhiallahu anhu, pernah suatu hari Ummu Sulaim menuntun Anas untuk menghadap Rasulullah , seraya berkata :”Wahai Rasulullah, tak tersisa seorang Anshar pun kecuali datang kepadamu dengan hadiah istimewa, namun aku tak mampu memberimu hadiah kecuali puteraku ini, maka ambillah dia dan suruhlah dia membantumu kapan saja engkau inginkan.”  Ketika itu usia Anas bin Malik baru delapan tahun.

Ummu Sulaim menghadiahkan anaknya kepada Rasulullah karena kecintaannya kepada baginda Nabi . Namun ia juga sangat mencintai anaknya, Anas bin Malik, ia dengan sadar menyerahkan anaknya kepada baginda Nabi karena tahu bahwa anaknya akan mendapatkan pendidikan terbaik dari orang terbaik yang pernah ada di muka bumi.

Dan benarlah Ummu Sulaim, Anas bin Malik tumbuh menjadi salah satu tokoh ulama generasi sahabat Nabi dan juga menjadi guru bagi para ulama besar pada masa tabi’in yakni generasi setelah masa sahabat Nabi .

Fathimah binti Ubeidillah

adakah yang mengenal sosok yang satu ini? Dia merupakan ibunda dari seorang ulama besar, Muhammad bin Idris atau biasa dikenal dengan nama Imam Asy Syafi’i. Imam Asy Syafi’i telah menjadi yatim semenjak kecil dan dibesarkan dibawah asuhan ibunda beliau.

Fathimah binti Ubeidillah rela menempuh perjalanan jauh untuk safar antara Gaza, yang merupakan kota tempat lahir Imam Asy Syafi’i hingga Mekkah, demi agar anaknya tetap mengenal sanak keluarganya dari Bani Muththalib. Setalah beberapa tahun melakukan safar mondar-mandir antara Gaza dan Mekkah, akhirnya sang ibu memutuskan untuk menetap di Mina agar Imam Asy Syafi’i bisa dekat dengan keluarga dari ayahnya dan juga menuntut ilmu dari para ulama besar di Mekkah, yang pada masa itu menjadi pusat dari peradaban ilmu agama islam.

Dari sinilah Imam Asy Syafi’i memulai proses belajar beliau hingga beliau tumbuh menjadi sosok yang sangat cerdas dan mampu menghapal kitabullah serta kitab para ulama besar di masa itu.

Semoga para ibu-ibu kita mau untuk lebih peduli kepada pendidikan agama anaknya, tidak hanya mementingkan pendidikan ilmu dunia, dengan memilihkan lembaga pendidikan yang dapat memberikan pemahaman agama dari sumber yang benar, yakni Al Qur’an dan As Sunnah.

Referensi : Ibunda Para Ulama, Sufyan bin Fuad Baswedan, MA (Pustaka Al Inabah : 2013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *