Belum Mampu Berhaji
DASAR ISLAM, HAJI

Kerjakan Ibadah Ini Ketika Anda Belum Mampu Berhaji

Alomuslim.com – Ibadah haji merupakan ibadah mulia yang memiliki banyak keutamaan dan merupakan salah satu diantara rukun Islam. Hukum mengerjakannya adalah fardhu ain (kewajiban individual) yang dibebankan kepada setiap mukallaf (orang yang telah dibebani hukum syariat) yang mampu melaksanakannya sekali dalam seumur hidup.

Dasar hukum kewajibannya ditetapkan melalui firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran : 97)

Tetapi sayangnya, bagi seseorang yang memiliki harta terbatas membutuhkan jalan yang sangat panjang untuk dapat berangkat ke tanah suci untuk ibadah haji. Karena Quota jamaah yang terbatas, menyebabkan seseorang harus menunggu antrian selama beberapa tahun, bahkan terkadang sampai belasan atau puluhan tahun untuk bisa diberangkatkan ke tanah suci.

Menunggu selama belasan atau puluhan tahun membutuhkan kesabaran yang besar, sungguh hal tersebut merupakan sesuatu yang sulit bagi orang-orang yang teramat rindu untuk bisa menjejakkan kaki di tanah suci, untuk dapat shalat di Baitullah, untuk bisa sujud dan berdo’a di depan Ka’bah. Sebuah kerinduan yang siap ditebus dengan seluruh harta bahkan jiwa mereka.

Lalu kalau sudah demikian bagaimana?

Bagi seseorang yang belum memiliki kemampuan atau belum mendapatkan jadwal giliran untuk berangkat haji, sebaiknya mengerjakan ibadah umrah sebagai pengganti ibadah haji yang belum mampu dikerjakan. Menurut sebagian ulama, ibadah umrah merupakan “haji kecil”. Karena umrah dan haji adalah dua ibadah yang sama jenisnya, hanya saja umrah tidak diwajibkan atas seorang muslim. Ketika seorang muslim mengerjakan ibadah umrah, maka ia telah mengerjakan setengah dari kewajiban ibadah haji.

Ibadah umrah dapat dikerjakan kapan saja sepanjang tahun, sehingga tidak membutuhkan antrian atau menunggu jadwal giliran untuk berangkat. Terlebih lagi apabila seorang muslim dapat mengerjakan ibadah umrah di bulan Ramadhan, maka pahalanya dapat disetarakan dengan ibadah haji. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji bersamaku.” (HR. Bukhari 1782, Muslim 1256)

Wallahu a’lam. 

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *