berdoa dan berdzikir
DASAR ISLAM, DOA DAN DZIKIR

Berdoa Dan Berdzikir Sepanjang Waktu

Berdoa Dan Berdzikir Sepanjang Waktu – Berdoa dan berdzikir merupakan kunci dari segala kebaikan yang diperoleh seorang hamba, baik di dunia maupun di akhirat karena mampu menjadi pencegah segala bentuk keburukan, mendatangkan berbagai manfaat dan menolak datangnya bahaya.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu, ulama besar ahlus sunnah yang wafat pada tahun 751 H, menyatakan :

“Jika Allah memberi kunci kepada hamba, berarti Dia akan membukakan baginya pintu (kebaikan) dari kunci tersebut. Dan jika seseorang disesatkan oleh Allah, berarti pintu kebaikan tertutup.”

Baca Juga : Dzikir Yang Ringan Di Lisan Namun Berat Ditimbangan

Berdoa Dan Berdzikir Setiap Waktu

Berdoa dan dzikir menjadi salah satu sebab dibukakannya pintu-pintu kebaikan. Oleh sebab itu seorang muslim harus membiasakan dirinya berdzikir, setiap saat dan setiap waktu, agar hatinya memperoleh ketenangan karena selalu mengingat Allah, sang penciptanya. Allah ﷻ berfirman :

[su_quote]“…Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d : 28)[/su_quote]

Doa maupun dzikir yang diajarkan serta dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ adalah bentuk ibadah paling utama yang seharusnya dipraktikkan oleh setiap muslim. Karena yang diperintahkan kepada setiap umat muslim adalah berdzikir kepada Allah sesuai dengan apa yang di syariatkan, yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shahih. Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata :

“Dzikir terbaik dan yang paling bermanfaat adalah doa dan dzikir sunnah yang diyakini oleh hati, diucapkan dengan lisan, dilaksanakan dengan konsisten, serta makna ataupun maksudnya yang terkandung di dalamnya dipahami si pelaku.”

Seorang muslim yang sejati harus berusaha sesuai kemampuannya agar ibadah yang dilakukan setiap hari diterima Allah ﷺ. Sehingga apabila seorang muslim melaksanakan doa dan dzikir yang sesuai dengan apa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ setiap hari, mulai dari bangun tidur, membaca dzikir pagi dan sore, membaca Al Qur’an, menunaikan shalat lima waktu, mengerjakan shalat malam, juga membaca dzikir lainnya sampai tidur kembali, maka ia akan digolongkan sebagai muslim yang banyak berdzikir kepada Allah ﷻ, sehingga amalnya akan diterima dan hatinya menjadi tenang.

Referensi : Doa dan Wirid, Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustaka Imam Asy Syafi’i : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *