Berhaji Jika Mampu ?

berhaji jika mampu

Berhaji Jika Mampu ? – Berhaji telah disyariatkan dan menjadi sebuah kewajiban yang diperintahkan Allah ﷻ kepada setiap muslim dan muslimah yang mampu melaksanakannya, berdasarkan firman Allah ﷻ, :

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٩٧

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS. Ali Imran : 97)

Orang fakir yang tidak memiliki harta untuk memenuhi dirinya selama menjalankan ibadah haji dan tidak pula mempunyai bekal untuk keluarga yang ditinggalkannya, apabila dia memiliki keluarga, maka tidak ada kewajiban atas dirinya untuk menunaikan ibadah haji berdasarkan dalil diatas.

Ibadah haji juga merupakan bagian dari rukun islam yang lima, sehingga keislaman seseorang akan menjadi sempurna dengan melaksanakan ibadah haji seperti yang disampaikan oleh baginda Rasulullah ﷺ, beliau bersabda :

“Islam dibangun di atas lima perkara : Bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (syahadatain), mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji ke baitullah dan menjalankan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari No. 8, Muslim No. 16)

Sangat disayangkan, ketika banyak dari umat muslim memiliki kemampuan untuk membeli rumah dan kendaraan mewah, namun enggan untuk menunaikan kewajiban haji atas diri mereka. Hakikatnya memiliki rumah ataupun kendaraan bukanlah sebuah kewajiban, terlebih lagi mereka sampai memberanikan diri berhutang untuk memiliki rumah dan kendaraan tersebut.

Sesungguhnya Allah ﷻ telah memberikan kemampuan kepada hambaNya dalam mengumpulkan harta dan rezeki agar dapat menunaikan perjalanan haji tetapi sebagian mereka ingkar dengan kewajiban berhaji dengan alasan belum memiliki kemampuan. Namun seringkali kita menyaksikan dimusim haji tiap tahunnya di negeri ini, justru banyak orang-orang yang memiliki penghasilan terbatas tetapi dengan tekad dan kemauan kuat, mereka mampu mengumpulkan uang selama bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah haji.

Sehingga masalahnya adalah berhaji bukan sekedar kemampuan tetapi kemauan. Karena kemampuan semua orang memiliki, namun kemauan tidak semua orang memilikinya. Allah ﷻ hanya memanggil siapa yang mau untuk memenuhi panggilanNya berhaji.

Wallahu ‘alam

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *