Berhati-hatilah Dengan Ucapanmu

berhati-hatilah dalam ucapanmu

Berhati-hatilah Dengan Ucapanmu – Mulutmu harimaumu, sebuah pepatah dalam bahasa Indonesia yang mengingatkan kepada setiap orang agar berhati-hati dalam perkataan karena apabila ia tidak memikirkannya terlebih dahulu, niscaya akan dapat merugikan dirinya.

Ajaran Islam telah mengingatkan kepada seluruh umat manusia untuk menjaga lisannya, jauh sebelum bangsa Indonesia mengenal pepatah tersebut.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,  yang artinya :

[su_quote]“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf : 18)[/su_quote]

Baca Juga : Kaum Muslimin, Jauhilah Gosip !!

Seorang muslim selayaknya tidak berbicara kecuali pembicaraan itu baik, apabila dia ragu atas ucapannya maka hendaknya dia tidak berbicara. Dia harus menjaga dirinya dari perkataan yang tidak mengandung maslahat, karena ucapannya bisa menyeret kepada yang makruh atau haram. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu, dari Nabi  beliau bersabda :

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari, Muslim)

Betapa banyak kita menyaksikan di hari ini, dimana orang-orang berbicara dengan menuruti hawa nafsunya kemudian mereka terjebak masalah yang besar karenanya. Bagi anda yang biasa menggunakan media sosial, mungkin sering mendapati hal tersebut.

Tidak sedikit para pengguna media sosial yang terbawa emosi kemudian membuat postingan yang berisi kemarahan, komentar bernada kebencian hingga menyebarkan berita bohong dan palsu, hanya untuk menjatuhkan seseorang yang tidak disenangi. Dan yang terjadi kemudian adalah dia terjerat permasalahan atas perbuatannya hingga akhirnya dikenakan sanksi hukuman penjara.Referensi : Riyadhus Shalihin, Imam An Nawawi (Darul Haq : 2017)

Media sosial telah menjadi jerat fitnah yang bisa memancing seseorang untuk menyebarkan kebencian dan juga kebohongan. Hal ini jelas sangat bertentangan dengan akhlak mulia Islam. Kalau saja mereka mau sejenak merenungi atas setiap perbuatan yang dilakukan, niscaya mereka akan selamat, dunia dan akhirat. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, beliau mendengar Rasulullah  bersabda :

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata tanpa memikirnya, ternyata disebabkan itu dia terperosok ke dalam neraka lebih jauh daripada antara timur dan barat.” (HR. Bukhari, Muslim)

Wahai umat muslim, jagalah lisanmu, bersabarlah atas semua caci maki orang yang tidak senang kepadamu, janganlah engkau membalas hanya untuk memperturutkan hawa nafsumu. Berpeganglah pada tali agama Allah, tetaplah engkau menjadi muslim yang baik. Sungguh sebaik-baik muslimin adalah yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Musa radhiallahu anhu :

“Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah muslimin yang paling utama?’ Nabi menjawab, ‘Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari, Muslim)

Wallahu ‘alam bishawab.

Referensi : Riyadhus Shalihin, Imam An Nawawi (Darul Haq : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *