Beriman Kepada Hari Akhir

Alomuslim.com Beriman Kepada Hari Akhir Seorang muslim harus meyakini dan beriman kepada hari akhir, artinya, keyakinan yang pasti dan pembenaran yang sempurna terhadap hari akhir (Kiamat) dan mempercayai segala yang terjadi di alam kubur setelah kematian, berupa nikmat dan siksa. Karena ada sebagian manusia yang mengingkari tentang berbagai peristiwa di alam kubur, seperti adanya Malaikat yang bertanya, adanya siksa bagi mereka yang banyak berbuat maksiat dan kenikmatan bagi mereka yang banyak beribadah.

Mereka menolak hanya karena akal mereka tidak dapat menjangkau hal tersebut. Sungguh perkara ghaib merupakan kekuasaan Allah. Adapula sebagian dari mereka yang memberikan ucapan ”Selamat Beristirahat di Pembaringan Terakhir”.

Ini jelas merupakan kesalahan besar, karena kubur hanya merupakan tempat singgah sementara untuk menunggu hari kebangkitan, jadi ia bukan merupakan tempat perisitirahatan terakhir. Apabila seseorang mengucapkan yang demikian, berarti ia telah mengingkari adanya hari kebangkitan dan pembalasan.

Sementara yang paling buruk diantara manusia adalah mereka menyebutkan bahwa setelah kematian manusia akan mengalami reinkarnasi atau hidup kembali dengan kehidupan yang baru, sehingga mereka terus-menerus menjalani kehidupan tanpa ada akhirnya. Jelas ini kekeliruan, dan hal ini bisa menyebabkan pelakunya tergelincir pada kesesatan.

Dan bagi siapa saja yang meyakini berbagai penolakan tentang adanya alam kubur, hari kebangkitan serta peristiwa-peristiwa lainnya pada hari Kiamat, maka mereka harus bertaubat darinya.

Beriman Kepada Hari Akhir Menuntut Beberapa Hal

Bagi setiap muslim wajib mengimani tentang kepastian akan terjadinya berbagai peristiwa setelah kematian. Maka iman pada hari akhir ini menuntut beberapa hal:

1. Mengimani adanya Kenikmatan dan Siksa Kubur

Setiap muslim wajib meyakini bahwa setelah kematian, semua manusia tanpa terkecuali akan megalami ujian di alam kubur dengan tiga pertanyaan. Siapa Tuhanmu? Apa Agamamu? Dan Siapa Nabimu?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan oleh Malaikat yang telah ditugaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya bagi mereka yang semasa hidupnya beriman dan menyakini Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai Agamanya dan Muhammad sebagai Nabinya-lah yang akan dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Bukan pikiran mereka yang akan menuntun lisannya menjawab pertanyaan tersebut, tetapi keimanannya yang akan menuntun. Karena pada hari itu, pikiran manusia tidak akan mampu mengingat jawaban apapun, disebabkan ketakutan yang amat besar.

2. Mengimani Hari di Bangkitkan dari Kubur

Seorang muslim wajib untuk mengimani pasti terjadinya hari kebangkitan dari kubur. Saat itu Allah akan menghidupkan mereka yang mati setelah ditiupnya sangkakala. Mereka semua berbondong-bondong mengikuti seruan Allah. Allah Ta’ala berfirman :

“Kemudian sungguh kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat.” (QS. Al Mu’minun : 16)

3. Mengimani Seluruh Kejadian Luar Biasa Pada Hari Kiamat

Akan banyak peristiwa yang terjadi pada hari kiamat. Peristiwa luar biasa yang tidak akan bisa dibayangkan oleh akal pikiran manusia. Tetapi Allah dan Rasul-Nya telah mengabarkan kepada seluruh umatnya sebagai peringatan agar tidak ingkar kepadanya.

Kejadian-kejadian yang telah dikabarkan dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam diantaranya mulai dari dikumpulkannya seluruh manusia setelah dibangkitkan dari kubur ke padang Mahsyar. Pada saat itu mereka tidak beralas kaki, tidak memakai baju, dan juga tidak memiliki harta. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi.” (QS. Al Anbiya : 104)

4. Mengimani Segala yang Disebutkan Dalam Hari Kiamat

Pada saat hari Kiamat nanti, akan banyak hal yang belum pernah disaksikan oleh mata manusia, dinampakkan oleh Allah kepada mereka. Seperti adanya haudh (telaga) Rasulullah, syafaat, mizan (timbangan amal), catatan amal, shirath (jembatan), surga dan neraka.

Hal-hal tersebut telah Allah dan Rasul-Nya sampaikan kepada seluruh umatnya, maka wajib bagi seorang muslim untuk mengimaninya.

Sesungguhnya kehidupan setelah kematian adalah kehidupan yang abadi. Maka merugilah orang-orang yang mengingkarinya dan banyak berbuat maksiat semasa hidupnya.

Referensi :

  • Syarah Arba’in An Nawawi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin (Darus Sunnah : 2017)
  • Mukhtashar Aqidah Islam, Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamad (Pustaka Elba : 2016)

Home

Prayers

Quran

Do'a

Qiblat