Rukun Iman Kedua : Beriman Kepada Malaikat

beriman kepada malaikat

Rukun Iman Kedua : Beriman Kepada Malaikat – Sebagai seorang muslim wajib beriman kepada malaikat-malaikat Allah. Meyakini bahwa malaikat merupakan makhluk Allah yang paling mulia dan hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Mereka diciptakan dari cahaya, sementara manusia hanya diciptakan dari tanah kering seperti tembikar dan jin diciptakan dari nyala api.

Beriman kepada malaikat termasuk dalam beriman kepada yang ghaib, karena malaikat tidak bisa ditangkap oleh panca indera manusia kecuali dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Perintah untuk beriman kepada para malaikat terdapat dalam beberapa surat dalam Al Qur’an, diantaranya Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ ٢٨٥

“Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya, demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya.” (QS. Al Baqarah : 285)

Dan firman-Nya :

..وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا ١٣٦

“Dan barangsiapa yang kafir (tidak beriman) kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisa : 136)

Baca Juga : Beriman Kepada ALLAH

Malaikat sangat beragam dan tugas-tugasnya beragam sesuai dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana manusia yang beragam dengan pekerjaan yang beragam pula. Namun dalam tabiat, malaikat berbeda dengan manusia. Malaikat diciptakan dengan tabiat taat dan tidak bermaksiat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya dan melaksanakan perintah-Nya. Tidak seperti manusia yang sebagian taat dan sebagian lagi membangkang.

Diantara para malaikat itu ada yang bertugas menjaga manusia dan ada juga yang bertugas mencatat amal perbuatannya. Ada yang bertugas mengurus surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya, ada pula yang mengurus neraka dengan segala azab yang ada padanya. Selain itu, ada pula malaikat yang diciptakan dengan tugas hanya bertasbih, menyucikan dan memuji Allah sepanjang siang dan malam, tidak pernah jemu. Allah  berfirman :

وَمَا جَعَلۡنَآ أَصۡحَٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَٰٓئِكَةٗۖ ٣١

“Dan Kami tidak menjadikan penjaga neraka itu kecuali dari Malaikat.” (QS. Al Mudatsir : 31)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman :

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٞ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ ١١

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS. Ar Ra’du : 11)

Seorang muslim juga wajib mengimani bahwa malaikat memiliki nama, seperti ada malaikat yang bernama Jibril, yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para rasul. Kemudian ada yang bernama Mika’il, yang diberikan tugas mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan. Serta ada yang bernama Israfil yang ditugasi meniup sangkakala. Ada juga beberapa nama malaikat lainnya yang mempunyai tugas tersendiri. Nama-nama ketiga malaikat ini disebut Rasulullah ﷺ untuk membuka shalat malam. Beliau berdoa :

“Ya Allah, Tuhan malaikat Jibril, Mika’il dan Israfil.” (HR. Muslim no. 770 dan 200)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghalangi malaikat dari manusia, maka manusia tidak dapat melihat para malaikat dalam wujud asli mereka. Akan tetapi, Allah pernah menampakkan mereka kepada sebagian hamba-Nya, sebagaimana Nabi  pernah melihat Jibril dalam bentuk aslinya ketika peristiwa isra’ mi’raj. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَلَقَدۡ رَءَاهُ نَزۡلَةً أُخۡرَىٰ ١٣  عِندَ سِدۡرَةِ ٱلۡمُنتَهَىٰ ١٤

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupa yang asli), pada waktu yang lain, yaitu di Sidratil Muntaha.” (QS. An Najm : 13-14)

Para sahabat Nabi  juga pernah diberikan keistimewaan oleh Allah dengan diperlihatkan malaikat Jibril dalam rupa manusianya beberapa kali. Terkadang malaikat Jibril datang dalam rupa sahabat yang bernama Dihyah Al Kalbi, maka dari itu para sahabat dapat menyaksikannya. Diantara riwayat paling mashur dalam hal ini adalah hadits Umar bin Kaththab radhiallahu anhu yang didalamnya disebutkan sabda Rasulullah  :

“Apakah kalian mengetahui siapa gerangan orang yang bertanya tadi? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Rasulullah bersabda, ‘Dia adalah Jibril, ia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang Din (Agama) kalian’.” (HR. Muslim no. 8)

Wallahu ‘alam bishawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *