Pengertian Beriman Kepada Rasul

Alomuslim.com – Beriman Kepada Rasul Sebagai seorang muslim, wajib beriman bahwasanya Allah  telah memilih diantara manusia sebagiannya sebagai Rasul, dan menurunkan wahyu tentang ajaran-Nya kepada mereka lalu mewajibkannya menyampaikan kepada umat manusia agar menjadi Hujjah (alasan pembenar) bagi Allah untuk memberikan balasan, baik pahala maupun hukuman bagi hamba-Nya. Allah berfirman :

“Aku tidak akan memberi siksaan, sampai Aku mengutus seorang Rasul.” (QS. Al Isra : 15)

Seorang muslim harus meyakini bahwa para rasul itu hanya seorang manusia biasa sebagaimana manusia lainnya, yang mereka juga membutuhkan makan dan minum, sehat dan sakit, berkeluarga dan memiliki keturunan, hidup dan mati. Namun, mereka memiliki derajat yang lebih tinggi dalam keshalihan dan keimanan kepada Allah, sehingga Allah berikan kemuliaan serta keistimewaan kepada mereka.

Para Rasul diberikan keistimewaan oleh Allah dalam bentuk Mukjizat dan sebagiannya diberikan kitab suci. Hal tersebut untuk menguatkan kaumnya agar mau beriman kepada Allah. Dan bahwasanya tidak akan sempurna keimanan seseorang kecuali dengan beriman kepada para Rasul.

Diantara para Rasul yang diutus Allah jumlahnya sangatlah banyak, dalam riwayat disebutkan berjumlah 315 orang, sementara jumlah para Nabi yang diutus adalah 124.000 orang. Hal ini didasari oleh hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia bertanya kepada Rasulullah , ‘Berapa jumlah persis para Nabi.’ Beliau menjawab :

“Jumlah para Nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah Rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad no. 22288)

Apakah Nabi Dan Rasul Sama ?

Definisi Nabi dan Rasul berbeda. Nabi adalah orang yang diberi wahyu syari’at dan diperintahkan mengamalkannya, namun tidak diperintahkan untuk mendakwahkannya, sementara Rasul diwajibkan untuk mendakwahkannya. Sehingga seorang Rasul juga merupakan seorang Nabi, tetapi seorang Nabi tidak disebut Rasul, karena perbedaan tersebut.

Diantara para Rasul yang berjumlah 315 orang, yang wajib diketahui hanya 25 orang saja. Sementara diantara 25 Rasul, ada 5 orang Rasul yang paling utama yang diberi julukan Ulul ‘Azmi. Kelima Rasul itu disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya :

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para Nabi dari engaku (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa.” (QS. Al Ahzab : 7)

Yang paling mulia dari kelima rasul tersebut adalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Hal ini diproklamirkan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam sabdanya :

“Aku adalah pemimpin anak cucu adam.” (HR. Muslim no. 2278)

Tugas ke-Rasulan ini pertama kali dimulai oleh Nabi Nuh Alaihissalam dan ditutup dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Nabi Nuh Alaihissalam  sebagai Rasul yang pertama terkait dengan penduduk Bumi yang telah dipenuhi oleh orang-orang yang berbuat kesyirikan dan tidak beriman kepada Allah.

Sementara Nabi Adam  Alaihissalam dan Syits, anaknya, juga merupakan seorang Rasul tetapi hanya terbatas pada anak-anak dan keluarganya saja. Sementara Nabi Idris Alaihissalam juga merupakan seorang Nabi dan Rasul, tetapi para ulama berbeda pendapat, apakah Nabi Idris hidup sebelum atau setelah Nabi Nuh.

Wallahu Ta’ala ‘Alam

Referensi :

  • Syaharah Arba’in An Nawawi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin (Darus Sunnah : 2017)
  • Mihajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Home

Prayers

Quran

Do'a

Qiblat