Jangan Berlebihan Dalam Berpakaian

berlebihan dalam berpakaian

Jangan Berlebihan Dalam Berpakaian – Trend fashion senantiasa berubah-ubah setiap tahun, seakan tidak ada habisnya. Tidak bisa dipungkiri, kesenangan manusia terhadap pakaianlah yang menjadi pendorong terbentuknya trend tersebut. Hal itu telah menjangkiti umat muslim. Terkadang, demi menuai pujian, banyak diantara umat muslim yang mengabaikan larangan syariat dalam berpakaian.

Demi sebuah gengsi di hadapan manusia, mereka rela menggelontorkan uang dalam jumlah besar untuk mendapatkan pakaian yang dianggap sedang trend, dan mengenakannya dengan penuh kebanggaan dan kesombongan ditengah-tengah manusia. Jelas ini telah bertentangan dengan syariat agama islam yang sangat mulia.

Hukum Berlebihan Dalam Berpakaian

Allah ﷻ berfirman :

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A’raaf : 31)

Rasulullah ﷺ juga telah memperingatkan umatnya, melalui sabda beliau :

“Makanlah, minumlah, bersedekah dan berpakaianlah selama tidak diiringi dengan sikap berlebih-lebihan dan kesombongan.” (HR. Bukhari, An Nasa’i dan Ibnu Majah)

Sangat jelaslah bagi kita peringatan dari Allah dan Rasul-Nya, mengenai perilaku berlebihan dalam berpakaian. Sungguh berpakaian sederhana itu lebih baik bagi umat muslim, sebagaimana disampaikan dalam hadits riwayat Mu’adz bin Anas radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

“Barangsiapa yang meniggalkan pakaian (yang bagus dan mahal) karena tawadhu’ kepada Allah padahal ia mampu, niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat nanti di hadapan seluruh makhluk hingga memberinya pilihan perhiasan iman yang mana saja ia suka yang akan ia pakai.” (HR. at-Tirmidzi dan al-Hakim)

Baca Juga : Sunnah-sunnah Dalam Berpakaian

Syariat agama Islam yang mulia telah mengatur bagi umatnya mengenai etika ketika berpakaian. Seandainya umat muslim mau beristiqomah diatas syariat agama ini, niscaya kebaikan akan senantiasa menaunginya di dunia dan akhirat.

Referensi :

  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 3, Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2016)
  • Shahih At Targhib wa At Tarhib Jilid 4, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani (Darul Haq : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *