berlebihan terhadap makanan
DASAR ISLAM, MAKANAN

Sikap Berlebihan Terhadap Makanan

Sikap Berlebihan Terhadap Makanan – Makanan bagi seorang muslim merupakan sebuah asupan agar membuat tubuhnya kuat untuk melakukan ibadah dan ketakwaan kepada Allah ﷻ. Seorang muslim tidak makan makanan, kecuali hanya yang halal lagi baik.

Seorang muslimpun dianjurkan untuk tidak mencela makanan yang sudah dihidangkan untuk dirinya, tetapi menerimanya sebagai rezeki yang diberikan Allah . Begitu mulia islam dalam mengajarkan adab terhadap makanan, melalui sunnah-sunnah yang dicontohkan ataupun diperintahkan oleh baginda Rasulullah .

Sangat banyak adab yang telah diajarkan oleh baginda Nabi , beliau menganjurkan adab-adab yang baik ketika makan bahkan mengancam atas beberapa perilaku yang dapat membawa keburukan bagi umatnya. Diantara adab yang telah diperingatkan oleh Rasulullah kepada umatnya adalah agar tidak makan secara berlebihan. Rasulullah  memperingati perilaku tersebut melalaui sabda beliau :

[su_quote]“Seorang muslim itu makan pada satu usus, sedangkan orang kafir makan pada tujuh usus.” (HR. Malik, Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, dan lain-lain)[/su_quote]

Makna hadits tersebut menyiratkan bahwa sikap sebagai seorang muslim hendaklah makan sewajarnya, tidak berlebihan dalam memperturutkan hawa nafsunya ketika makan. Karena dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ memberikan ancaman kepada seseorang yang makan hingga ia kenyang. Dari Abu Juhaifah radhiallahu anhu, ia menuturkan :

“Saya pernah makan tsarid (kuah) roti dan daging, kemudian saya datang kepada Nabi dan saya bersendawa. Maka beliau bersabda, ‘Wahai kamu, tahanlah sendawamu, karena sesungguhnya manusia yang paling sering kenyang di dunia adalah yang paling kelaparan pada hari kiamat.” (HR. Al-Hakim)

Baca Juga : Jangan Mencela Makanan

Dalam riwayat lain, Rasulullah  juga bersabda, :

[su_quote]“Tidaklah anak Adam memenuhi suatu wadah (bejana) yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam (manusia) beberapa suap saja untuk menegakkan tulang punggungnya, dan jika memang harus, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)[/su_quote]

Jelas syariat islam mengajarkan untuk makan secukupnya, tidak berlebihan karena tubuh manusia memiliki kapasitas terbatas. Oleh karena asupan makanan yang berlebihan kedalam tubuh, sehingga terkadang mengakibatkan tubuh seseorang menjadi berat dan sulit digerakan, obesitas misalnya.

Dalam kondisi demikian, makanan bukan malah menjadi penopang tubuh agar kuat beribadah justru membawa dampak buruk terhadap kesehatan. Saat ini kita bisa menyaksikan betapa banyak orang-orang yang menderita penyakit berbahaya, diakibatkan oleh pola makan yang berlebihan. Sungguh ini perilaku buruk yang harus dihentikan, umat muslim harus sadar bahwa panutan mereka, baginda Nabi ﷺ, telah mencela perilaku berlebihan tersebut melalui lisan beliau yang mulia, :

[su_quote]“Akan datang orang-orang dari umatku yang makan berbagai jenis makanan, minum berbagai jenis minuman, memakai berbagai jenis pakaian, serta banyak bicara (tanpa hati-hati), mereka itulah seburuk-buruk umatku.” (HR. Ibnu Abi Dunya dan ath-Thabrani)[/su_quote]

Semoga Allah  jauhkan kita dari sikap berlebihan dan segala keburukan. Allahuma aamiin.

Referensi : Shahih at Targhib wa at Tarhib, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (Darul Haq : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *