Bermimpi Melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Bermimpi Melihat Rasulullah

Alomuslim.com – Pernah kita mendengar sebagian orang pernah mimpi bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Tetapi, apakah mungkin orang yang hidup jauh setelah masa Rasulullah, seperti masa kita sekarang ini, dapat mimpi bertemu dengan beliau? Bagaimana orang itu bisa mengenali sosok yang hadir dalam mimpinya adalah Rasulullah, sementara dia belum pernah melihat beliau?

Mimpi bertemu dengan Rasulullah merupakan sesuatu yang benar. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu pernah meriwayatkan hadist yang mendukung hal itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa mimpi melihatku, maka dia telah melihatku, karena sesungguhnya syetan tidak dapat menyerupaiku. Dan mimpinya orang mukmin adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian.” (HR. Bukhari, fathul baari no. 6994)

Mengenai makna hadits diatas, Imam An Nawawi berkata, ‘Bahwa orang yang mimpi melihat Rasulullah adalah benar-benar melihatnya, baik dengan sifatnya yang dikenal ataupun yang lainnya.’

Tetapi jika ada seseorang yang mengatakan dirinya telah bermimpi melihat Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka dia perlu ditanya tentang sifat sosok yang dilihatnya itu. Jika sesuai dengan sifat yang dijelaskan dalam hadits maka itu benar, jika tidak maka tidak diterima perkataannya.

Karena penting untuk dicatat, meskipun disebutkan kalau syetan tidak dapat menyerupai Nabi, tetapi menampakkan diri dengan wajah yang lain bisa dilakukan oleh syetan. Kemudian dia mengaku sebagai Nabi atau orang yang melihatnya mengira bahwa sosok yang dilihatnya adalah Nabi, padahal sejatinya syetan.

Bagaimana mengetahui kalau yang dilihat adalah Rasulullah?

Tidak ada cara lain untuk bisa mengetahui ciri fisik beliau, selain dengan membaca hadits-hadits dan keterangan yang menceritakan ciri-ciri fisik Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Sebagaimana yang kita ketahui, tidak ada manusia yang catatan sejarahnya paling lengkap, melebihi sejarah Rasulullah. Bahkan sampai bentuk rambut, jenggot, jumlah uban, tinggi badan, postur tubuh, cara jalan dan sebagainya diceritakan dalam berbagai buku sejarah.

Maka untuk mengetahui sosok yang datang kedalam mimpi apakah benar-benar Rasulullah, seseorang harus mengenali sosok Rasulullah yang sebenarnya dengan sangat baik, agar ia tidak tertipu oleh penampilan syetan yang mengaku sebagai beliau.

Sungguh dapat bermimpi bertemu dengan Rasulullah merupakan sebuah keberuntungan bagi seseorang, dan hal ini menunjukkan kebaikan orang tersebut. Tidak semua orang bisa mendapatkan kebaikan ini, meskipun orang itu sangat menginginkan untuk bisa bermimpi dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Referensi :

  • Fathul Baari, Ibnu Hajar Al-Asqalani (Pustaka Azzam : 2016)
  • Mimpi Bertemu Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Ammi Nur Baits (Konsultasi Syariah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *