berpakaian secara islami
DASAR ISLAM, PAKAIAN

Rambu-Rambu Berpakaian Secara Islami Untuk Muslimah

Rambu-Rambu Berpakaian Secara Islami Untuk Muslimah – Islam adalah ajaran yang sempurna, di dalamnya terdapat banyak sekali rambu untuk mengatur kehidupan. Termasuk di dalamnya adlaah aturan berpakaian secara islami untuk muslimah. Rambu-rambu atau aturan ini dibuat bukan semata-mata untuk mengekang kebebasan manusia.

Namun, lebih dari pada itu ada wujud Kasih dan Sayang-Nya dalam setiap aturan yang ada. Terutama untuk para perempuan, dimana dalam Islam derajatnya benar-benar ditinggikan. Tak dapat dipungkiri, aturan Islam untuk perempuan memang sangatlah banyak. Bukan untuk mendeskreditkan perempuan, melainkan sebaliknya yakni untuk menjaga kehormatan wanita.

Tak hanya memberikan peraturan yang ketat, tapi Islam juga mengimbanginya dengan memberi keringanan-keringanan khusus bagi wanita. Islam sangat mengerti bagaimana cara memposisikan wanita. Bahkan diceritakan bahwa wanita pertama tercipta dari tulang rusuk lelaki sekaligus manusia pertama, yakni Adam As. Dalam kisah tersebut, mengapa dikatakan bahwa wanita tercipta dari rusuk pria? bukan tulang tengkorak atau kakinya?

Baca Juga : 9 Tips Cara Berpakaian Orang Gemuk Berhijab

Inilah salah satu gambaran bagaimana Islam memuliakan wanita. Rusuk berada di tengah, letaknya ada di bagian dada dimana dengan kedua tangan. Ini merupakan satu simbol bahwa wanita adalah sosok yang harus dikasihi, disayangi, dan dilindungi. Di sisi lain, wanita yang disebut dari rusuk adalah satu bentuk kekuatan yang luar biasa. Seperti yang kita tahu, bahwa tak ada satupun manusia di dunia ini yang bisa hidup sempurna jika kehilangan rukuknya. Sekalipun hanya satu tulang rusuk saja.

Mengapa Kita Harus Berpakaian Secara Islami?

Dari gambaran tersebut jelas sudah bahwa Islam sangat-sangat memperhatikan keseluruhan tentang wanita. Bahkan pada saat ketika wanita telah menjadi seorang ibu, keistimewaannya akan semakin bertambah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW ketika sahabat bertanya tentang siapakah yang harus didahulukan antara ayah dan ibu. Rasulullah menyebut ibu sebanyak 3x, sebelum kemudian menyebut ayah.

Allah juga berfirman dalam surat an Nisa’ ayat 19 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

Dari dalil diatas sudah jelas kiranya, mengapa seorang wanita harus mengikuti aturan dengan berpakaian secara islami. Bukan untuk orang lain, melainkan semua itu demi menjaga mulianya kehormatan seorang wanita itu sendiri. Sebagaimana firman-Nya dalam surat An-Nuur ayat 31, yang beberapa lafadznya berbunyi :

Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…………

Hikmah Berpakaian secara Islami

Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa pakaian adalah salah satu ciri khas yang menunjukkan tingginya peradaban. Pakaian dapat menjadi suatu identitas, status bahkan menerangkan tenang nilai-nilai kemanusiaan. Fungsi berpakaian secara islami bagi muslimah adalah untuk menunjukkan bahwasanya dia adalah makhluk yang beradab. Dimana adab yang baik ditunjukkan dengan cara menjaga kesopanan melalui penggunaan pakaian itu sendiri.

Hikmah berpakaian secara islami juga akan melindungi seorang wanita dari perbuatan-perbuatan maksiat, baik yang dilakukannya sendiri maupun yang akan dilakukan orang lain terhadap dirinya. Lebih daripada itu, makna atau hakikat dari berpakaian secara islami adalah sebagai dakwah yang secara tak langsung berlaku dengan sendirinya. Seseorang wanita yang berpakaian secara islami secara tak disadari mereka telah mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan. Contohnya, seorang lelaki yang biasa kurang ajar ketika melihat wanita berapakaian terbuka, lelaki tadi tidak akan berlaku sama dengan wanita yang berpakaian secara islami. Bahkan sebaliknya lelaki tersebut akan berlaku sopan. Bukankah sopan adalah satu contoh dari kebaikan?

Lalu, bagaiamana cara berpakaian secara islami?

Cara Berpakaian Secara Islami

Secara spesifik, Islam tidak memberikan contoh bagaimana cara berpakaian secara islami. Namun, ada syarat-syarat atau rambu-rambu khusus yang harus dipenuhi dalam hal berpakaian. Rambu-rambu ini khususnya diperuntukkan kepada para muslimah.

1. Menutupi Aurat

Cara berpakaian secara islami yang pertama adalah harus memenuhi syarat yakni menutup aurat. Aurat adalah sumber dari fitnah yang keji. Sedangkan menurut Rasulullah SAW, aurat wanita berda disekujur tubuhnya, kecuali dua yakni wajah dan kedua telapak tangan.

Sebagaimana sabda Rasululah SAW yang diriwayatkan dalamsebuh hadits shahih. Ketika puteri sahabat Abu Bakar Ra, yakni Asma binti Abu Bakar datang kepada Nabi SAW mengenakan pakaian yang serba tipis, saat itu Rasulullah SAW bersabda :”Ya Asma, sesungguhnya wanita bila telah baligh (haid) tidak layak terlihat dari tubuhnya kecuali ini dan ini (sembari menunjuk bagian wajah dan telapak tangan).” (HR. Abu Dawud)

2. Tidak Transparan

Hal ini sama seperti yang disampaikan pada hadits diatas. Bahkan diperjelas lagi di riwayat yang lain. Dari sahabat Khalid bin Yazid bin Muawiyah, berkata Dihyah bin Khalifah al-Kalbi, bahwa Rasulullah pernah diberi hadiah berupa kain tipis dengan warna putih dari Mesir, atau yang disebut Qubathiyy. Beliau Nabi SAW lalu memberikan sepotong kain tersebut kepada Dihyah, seraya bersabda : “Bagilah ini jadi dua bagian, buatlah satu bagian menjadi gamis dan beri bagian lainnya pada istrimu untuk menjadi kerudung.” Lalu, ketika Rasulullah SAW hendak pergi, beliau kembali bersabda  : “Dan perintahkan kepada istrimu agar memakai baju sebelum menggunakan al-qubathiyy (kain tipis tadi) agar tidak tembus pandang.”

3. Tidak Ketat

Menggunakan pakaian yang ketat juga sangat tak disarankan dalam tata cara berpakaian secara islami. Tapi pada kenyataannya style pakaian ketat menjadi sangat trend di zaman sekarang ini. Tak ketinggalan mereka wanita yang telah berhijab pun juga entah sengaja ataupun tidak banyak yang menggunakan pakaian dengan ukuran yang sangat ketat. Hal yang seperti ini pernah disinggung oleh Rasulullah SAW denagn sabdanya yang menyebut bahwa “…..kaum perempuan yang berpakaian namun telanjang, berjalan lenggak-lenggok……” (HR. Muslim). Orang yang demikian itu bahkan menurut Rasulullah SAW, jangankan masuk surga, mencium baunya saja tidak akan bisa.

4. Menyeruapi Pria

Allah SWT menciptakan manusia berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Namun, pada kenyataannya zaman sekarang banyak sekali orang yang tak bersyukur atas ketetapan Allah tersebut. Yang laki-laki berdandan seperti wanita, sebaliknya yang wnaita berdandan ala pria.

Sahabat Abu Hurairah Ra, berkata :”Rasulullah SAW melaknat pria yang mengenakan pakaian wanita, dan wanita yang mengenakan pakaian pria.”

Larangan ini bersifat umum, baik pria maupun wanita tak boleh sekalipun menyerupai kebiasaan yang hanya dilakukan oleh lawan jenisnya. Termasuk di dalamnya cara berpakaian, cara bersikap, maupun ucapan.

5. Tidak Mengenakan Pakaian Yang Mencolok

Dalam tata cara berpakaian secara islami menurut Rasulullah SAW tidak diperbolehkan seorang wanita mengenakan pakaian yang mencolok. Namun, bukan berarti tidak boleh memakai busana yang berwarna-warni. Disini diperlukan pemahaman makna tentang mencolok itu sendiri. Karena yang dimaksud dengan mencolok adalah yang membuat wanita tersebut menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya.

Lebih dari pada itu, pakaian yang mencolok biasanya termasuk salah satu ciri pakaian syuhroh. Pakaian syuhroh adalah pakian yang digunakan untuk niat khusus yakni mengundang popularitas, atau agar tenar. Pakaian ini akan cenderung membuat penggunanya sombong karena akan banyak orang yang kagum kepadanya.

Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang memakai pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan memakaikan pakaian kehinaan pada dirinya di hari kiamat, kemudian membakar dirinya dengan api neraka.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)

Ada banyak hikmah berpakaian secara islami jika kita mempelajarinya lebih dalam. Namun, setidaknya pengetahuan diatas mungkin akan bisa menambah wawasan kita tentang mengapa kita harus berpakaian secara islami dan bagaimanakah cara berpakaian secara islami. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *