Berpenampilan yang menyerupai lawan jenis
DASAR ISLAM, PAKAIAN

Jangan Berpenampilan Yang Menyerupai Lawan Jenis

Jangan Berpenampilan Yang Menyerupai Lawan Jenis – Atas nama sebuah kebebasan, manusia telah berani melanggar larangan dari Allah dan Rasul-Nya. Kebebasan ini terus-menerus digaungkan dan menjadi bahan kampanye bagi para aktivis dan pembela hak-hak kemanusiaan. Agama dianggap sebagai pengekang yang membatasi setiap orang dalam berekspresi. Yang lebih berbahayanya, mereka mulai menyebarkan dan menularkan ‘virus’ kebebasan ini kepada para pemuda-pemudi muslim.

Salah satu isu kebebasan yang mereka perjuangkan adalah menuntut persamaan hak dan perlakuan untuk ‘jenis kelamin ketiga’, yang mereka sebut sebagai transgender. Secara fitrah jelas hal tersebut telah menyalahi kodrat, karena sejatinya manusia diciptakan hanya dengan dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰ ٤٥

“Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan.” (QS. An Najm : 45)

Dari orang-orang yang menghalalkan transgender inilah kemudian muncul berbagai perilaku menyimpang, laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki. Tidak hanya dalam berpakaian tetapi juga penampilan secara fisik. Sehingga masyarakat sering terkecoh dengan seseorang yang berpakaian dan berpenampilan layaknya wanita, tapi ternyata dia seorang laki-laki. Dalam kamus bahasa Indonesia orang dengan perilaku seperti itu disebut, Banci.

Semakin hari, pendukung orang-orang berpenampilan banci ini semakin banyak sehingga mereka tidak malu lagi untuk menampilkan diri di hadapan khalayak ramai. Mediapun turut membantu mereka naik kepermukaan, bahkan mengangkatnya ke tempat yang tinggi melalui berbagai program tayangan acara di televisi.

Semakin seringnya mereka muncul di televisi, sampai-sampai perilaku mereka kini dianggap sebagai sesuatu yang biasa, bagian dari pertunjukan dan dapat dimaklumi. Bahkan tidak sedikit dari tokoh-tokoh mereka kini dijadikan sebagai idola bagi anak-anak, remaja hingga para orangtua dari kaum muslimin.

Padahal Rasulullah  telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, ia menuturkan :

“Rasulullah telah melaknat kaum laki-laki yang (berperilaku) menyerupai  kaum wanita dan kaum wanita yang (berperilaku) menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari)

Sementara itu Abu Hurairah radhiallahu anhu meriwayatkan hadits yang hampir serupa, ia menuturkan :

“Rasulullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian seperti pakaian perempuan dan perempuan memakai pakaian seperti pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban)

Jelas keterangan dalam dua hadits diatas, bahwa Rasulullah  melaknat orang-orang yang bernampilan menyerupai lawan jenisnya. Bagaimana mereka sampai bisa dijadikan idola oleh sebagian orang? Sementara mereka dengan jelas telah dilaknat oleh Rasulullah ﷺ. Sungguh sebuah kesalahan besar mengidolakan orang-orang berpenampilan banci tersebut.

Maka berhentilah mengidolakan orang-orang yang berani menentang perintah dan melanggar larangan Allah dan Rasul-Nya. Berhentilah menjadi penyuara kebebasan yang melanggar syariat Islam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam siapapun, manusia yang berani melanggar apa yang telah dilarang oleh Rasul-Nya. Allah  berfirman :

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (QS. An Nur : 63)

Wallahu ‘alam.

Referensi :

  • Al Qur’an Al Karim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *