bersegeralah bertaubat
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Wahai Umat Muslim, Bersegeralah Bertaubat

Wahai Umat Muslim, Bersegeralah Bertaubat– Tidak seorangpun dimuka bumi ini yang terbebas dari dosa, karena sudah menjadi ketetapan dari Allah bahwa manusia adalah tempatnya salah. Maka janganlah berkecil hati dari rahmat dan ampunan Allah ketika kita terjatuh dalam perbuatan dosa.

Kemuliaan seorang manusia justru terletak pada kemauannya untuk bertaubat setiap kali dia terjebak dalam perbuatan maksiat dan dosa. Inilah sifat yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Allah lainnya, bahkan ini merupakan sifat yang sangat dibenci oleh iblis laknatullah. Allah ﷻ berfirman :

[su_quote]“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur : 31)[/su_quote]

Baca Juga : Tutupilah Aibmu dan Aib Saudaramu !!

Dalam ayat tersebut, Allah  menyandingkan orang-orang yang bertaubat dengan keberuntungan. Karena orang yang bertaubat akan mendapatkan keberuntungan di dunia dengan ketenangan dalam hidupnya dan juga keberuntungan di akhirat dengan dihapuskan dosa-dosanya serta diberikan balasan dengan dimasukkan ke dalam surga.

Sungguh ini merupakan kabar gembira bagi manusia, akan tetapi Allah  lebih bergembira terhadap taubatnya seorang hamba, sebagaimana sabda Rasulullah  dalam hadits yang dirawayatkan dari Abu Hamzah Anas bin Malik al-Anshari radhiallahu anhu, :

“Sungguh Allah lebih bergembira dengan taubat seorang hamba-Nya daripada (kegembiraan) seorang diantara kalian yang menemukan untanya setelah ia kehilangannya di padang pasir.” (HR. Bukhari, Muslim)

Taubat wajib dilakukan atas setiap perbuatan dosa, apabila perbuatan dosa tersebut berkaitan antara hamba dengan Allah  dengan syarat :

  1. Meninggalkan kemaksiatan tersebut
  2. Menyesal atas perbuatan maksiat yang telah dilakukannya
  3. Bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat itu selamanya

Syarat sahnya taubat seorang hamba diterima adalah dengan terpenuhinya ketiga syarat tersebut, bukan hanya sebagian saja. Dan apabila kemaksiatan itu berhubungan dengan hak manusia, maka syarat taubatnya harus ditambahkan dengan membebaskan diri dari hak pemilikya.

Apabila hak itu berkaitan dengan harta atau sejenisnya, maka wajib mengembalikan kepada pemiliknya. Apabila berupa tuduhan atau fitnah, maka harus meminta maaf atasnya dan dia wajib mencabut berbagai tuduhannya untuk mengembalikan kemuliaan orang yang telah dituduhnya.

Wahai kaum muslimin, sungguh ampunan Allah sangat luas, janganlah berputus asa atas ampunan Allah. Bersegeralah bertaubat dari perbuatan maksiat dan dosa, jangan tunggu hingga usiamu tua, karena engkau tidak pernah tahu kapan maut akan menjemputmu. Bertaubatlah dikapan waktu engkau berbuat maksiat, sungguh rahmat Allah terbuka siang dan malam, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asy’ari radhiallahu anhu, dari Nabi  beliau bersabda :

“Sesungguhnya Allah membentangkan Tangan-Nya di malam hari agar pelaku dosa di siang haribertaubat, dan membentangkan Tangan-Nya disiang hari agar pelaku dosa di malam hari bertaubat, hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya.” (HR. Muslim)

Semoga Allah  memberikan kesempatan dan mudahkan kita untuk bertaubat sebelum maut menjemput. Allahmua aamiin.

Referensi : Riyadhus Shalihin, Imam An Nawai (Darul Haq : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *