bisnis ala mlm dalam islam
DASAR ISLAM, TRANSAKSI KEUANGAN

Bisnis Ala MLM Dalam Islam

Bisnis Ala MLM Dalam Islam – Mungkin setiap orang diantara kita sudah tidak asing dengan istilah Multi Level Marketing, atau biasa dikenal dengan MLM. Atau mungkin malah sebagian besar dari kita pernah masuk kedalam lingkaran bisnis tersebut?

MLM merupakan sebuah sistem penjualan langsung, dimana barang dipasarkan oleh para konsumen langsung dari produsen. Para konsumen yang sekaligus memasarkan barang akan mendapatkan sebuah imbalan bonus. Bonus tersebut dapat diambil dari keuntungan setiap pembeli yang dikenalkan oleh pembeli pertama berdasarkan ketentuan yang diatur.

Skema bonus juga dapat diberikan dengan cara merekrut oranglain untuk menjadi downline dibawah pembeli sebelumnya hingga membentuk struktur piramida (Pyramid Scheme). Sistem ini dipercaya oleh para praktisi marketing dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bagi perusahaan, sehingga hampir setiap penjualan produk barang atau jasa kita bisa mendapatinya banyak menggunakan pola MLM tersebut.

Baca Juga : Memiliki Bisnis Namun Hutang Menumpuk

Bagaimana Islam Memandang MLM ?

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum MLM ini. Menurut pendapat Lembaga Fatwa Al Azhar di Mesir, MLM dihukumi Mubah (dibolehkan) karena dianggap sama dengan samsarah (perantara antara penjual dan pembeli/calo). Samsarah merupakan proses perantaraan antara produsen dengan konsumen dalam memasarkan barang,

sebagaimana dijelaskan oleh para ahli fikih : bahwa apabila tidak terdapat penipuan, kezaliman atau penjelasan barang yang tidak sesuai dengan hakikatnya pada saat memasarkan barang atau jasa maka uang hasil usaha sebagai perantara halal dan sama sekali tidak ada keraguan.

Sementara pendapat kedua yang merupakan pendapat mayoritas ulama kontemporer, Lembaga Fikih Islam di Sudan, Fatwa Pusat Kajian dan Penelitian Imam Al-Albani di Yordania dan juga Fatwa Dewan Ulama Kerajaan Arab Saudi, memasukan sistem MLM sebagai muamalat yang Haram (tidak boleh). Beberapa point yang menjadi dasar MLM dihukumi haram :

1. Sistem MLM Mengandung Unsur Riba

Unsur riba dalam sistem ini karena adanya penyerahan uang oleh setiap anggota dalam jumlah kecil ketika pertama kali bergabung dalam jaringan untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang besar, ini berarti uang ditukar dengan uang dalam nominal yang tidak sama dan tidak tunai. Inilah riba yang diharamkan berdasarkan teks Al Qur’an dan Hadits, beserta Ijma’ ulama. Sementara status barang/produk yang dijual sebatas formalitas karena barang bukanlah tujuan orang ikut dalam jaringan tersebut, dengan demikian keberadaan barang tidak mempengaruhi hukumnya menjadi halal.

2. Sistem MLM Mengandung Unsur Gharar (spekulasi) Yang Diharamkan Syariat

bisnis ala mlm dalam islam mengandung unsur gharar

Setiap orang yang ikut dalam jaringan ini diharuskan untuk mendapatkan atau merekrut anggota dibawahnya (Downline) dalam jumlah yang diinginkan atau tidak. Pada saat seseorang bergabung dengan jaringan tersebut akan berpengaruh terhadap keuntungan yang diraihnya, apakah dia berada di tingkat atas atau berada di tingkat bawah. Ketika berada ditingkat atas maka keuntungan yang bisa didapatkannya namun ketika berada di tingkat bawah maka kerugian yang bisa dia dapatkan.

Kenyataannya banyak orang yang mengalami kerugian ketika bergabung dengan jaringan tersebut, dan hanya sebagian kecil saja yang meraih keuntungan. Inilah hakikat gharar, yaitu keberadaan antara untung dan rugi namun rasio kerugian lebih besar. Dan Islam telah melarang gharar dalam syariatnya.

3. Sistem MLM Mengandung Unsur Memakan Harta Oranglain Dengan Cara Yang Bathil

bisnis ala mlm dalam islam memakan harta orang lain

Dalam sistem MLM, yang akan mendapatkan keuntungan hanya sebagian kecil anggota yang hal tersebut seringkali dijadikan ‘senjata’ untuk menjerat oranglain untuk ikut bergabung. Dengan berbagai iming-iming keuntungan besar yang dipertontonkan ketika proses perekrutan anggota baru,

pada kenyataannya mereka sedang mengelabui oranglain untuk bergabung agar dapat memberikan keuntungan bagi dirinya. Unsur penipuan ala Money Games sangat jelas, dimana orang yang di tingkat atas akan mengambil keuntungan dari orang-orang yang dibawahnya bahkan tanpa dia harus berusaha.

Islam mengharamkan praktek tersebut, Allah berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ ٢٩

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil.” (QS. An Nisaa : 29)

4. Sistem MLM Mengandung Unsur Penipuan, Menyembunyikan Cacat Dan Pembohongan Publik

Dari sisi penyertaan barang/produk dalam jaringan, seolah-olah ini adalah penjualan produk, padahal sesungguhnya yang terjadi bukanlah demikian karena pembelian produk hanya untuk menutupi penipuan model pyramid scheme dimana yang diinginkan adalah uang bukan barang.

Dan dari sisi menjanjikan bonus yang sangat besar, hal tersebut jarang diperoleh setiap anggota karena sistem yang dirancang hanya untuk memberikan keuntungan bagi segelintir orang saja terutama yang berada di level paling atas. Tentu saja hal ini merupakan penipuan yang diharamkan syariat. Nabi ﷺ bersabda :

“Tidak termasuk golonganku orang yang menipu.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain, Nabi ﷺ juga bersabda :

“Penjual dan pembeli dibenarkan melakukan khiyar (meneruskan atau membatalkan jual-beli) selagi mereka berada dalam satu majelis dan belum berpisah, maka jika keduanya jujur dan saling terbuka niscaya akad mereka diberkahi dan jika keduanya berdusta dan saling menutupi cacat (barang) niscaya dicabut keberkahan dari akad yang mereka lakukan.” (HR. Bukhari – Muslim)

Namun yang perlu menjadi catatan adalah MLM diharamkan karena sistem pemasarannya bukan produknya, sehingga untuk menggunakan barang dan jasanya tidaklah haram.

Referensi : Harta Haram Muamalat Kontemporer, Dr. Erwandi Tarmizi, MA (BMI Publishing : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *