Bolehkah Mengerjakan Shalat Tarawih Sendiri?

Bismillah. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Banyak kaum muslimin yang berkeyakinan kalau shalat tarawih harus dikerjakan secara berjamaah dan tidak afdhal apabila dikerjakan seorang diri. Keyakinan ini tidak sepenuhnya benar, namun tidak juga sepenuhnya salah. Mari kita uraikan pernyataan tersebut.

Shalat tarawih secara hukum, boleh dikerjakan tanpa harus berjamaah atau sendirian saja. Para ulama menyebutkan bahwa berjamaah bukanlah  merupakan syarat sahnya shalat tarawih. Imam An-Nawawi juga pernah mengatakan, Shalat tarawih adalah sunah dengan sepakat ulama… boleh dikerjakan sendirian atau berjamaah.” (al-Majmu, 4/31).

Namun terdapat perselisihan dikalangan para ulama mengenai mana yang lebih afdhal, berjamaah atau sendirian? Imam An-Nawawi menyebutkan perselisihan ini,

Ulama berbeda pendapat tentang mana cara pengerjaan tarawih yang afdhal, dikerjakan sendiri di rumah ataukah berjamaah di masjid. Imam Syafi’i, beserta mayoritas ulama Syafi’iyah, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan sebagian ulama Malikiyah berpendapat bahwa lebih afdhol shalat tarawih dilaksanakan secara berjama’ah. Sebagaimana yang dilakukan Umar bin Khattab dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Kaum muslimin pun terus menerus melakukan shalat ini secara berjama’ah karena merupakan syi’ar islam yang nampak sehingga serupa dengan shalat ‘id.

Kemudian, Imam an-Nawawi menyebutkan pendapat kedua,

Sementara Imam Malik, Abu Yusuf, sebagian ulama syafiiyah, dan yang lainnya, berpendapat bahwa yang afdhal dikerjakan sendiri-sendiri di rumah. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ”Shalat yang paling afdhal adalah shalat yang dikerjakan seseorang di rumahnya. Kecuali shalat wajib.” (Syarh Shahih Muslim, 6/39)

Pendapat Yang Diambil

Pendapat yang lebih kuat dalam perselisihan ini adalah pendapat yang menyebutkan bahwa mengerjakan shalat tarawih secara berjamaah lebih afdhal. Hal ini berdasarkan dalil, sebuah hadits dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَإِنَّهُ يَعْدِلُ قِيَامَ لَيْلَة

Barangsiapa yang shalat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka dia mendapat pahala shalat semalam penuh. (HR. Nasai 1605, Ibn Majah 1327 dan dishahihkan Al-Albani).

Allahu akbar, shalat tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai, pahalanya seperti shalat semalam suntuk. Yang itu hampir tidak mungkin pernah kita kerjakan. Karena itulah, mayoritas ulama mengatakan, lebih utama mengerjakan shalat tarawih secara berjamaah.

Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk mengerjakan shalat tarawih berjamaah dan memperoleh keutamaannya. Semoga Allah memperbaiki keadaan setiap orang yang membaca risalah ini.

Wa shallallahu wa salaamu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Referensi :

  • Ustadz Ammi Nur Baits – Konsultasi Syariah.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like