Bolehkah Mengikuti Perlombaan 17 Agustusan
DASAR ISLAM, TRANSAKSI KEUANGAN

Bolehkah Mengikuti Perlombaan 17 Agustusan ?

Alomuslim.com – Sudah sangat umum, apabila tanggal 17 Agustus tiba, anak-anak maupun orang dewasa beramai-ramai mendatangi arena tempat diselenggarakannya perlombaan 17 Agustusan. Bahkan setiap orang dengan sangat antusian mengikuti berbagai macam perlombaan yang telah dipersiapkan. Sebenarnya, bagaimanakan hukum Islam memandang perlombaan 17 Agustusan?

Untuk perlombaan yang tidak mengandung unsur keterampilan dalam berjihad, seperti berkuda, memanah dan pacu unta, maka hukum perlombaannya boleh dengan syarat-syarat, sebagai berikut :

  • Jenis permainannya berguna untuk kebugaran tubuh atau untuk menyegarkan fikiran, karena bila tidak berguna sama sekali maka termasuk perbuatan batil. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi was sallam :

“Segala hal permainan adalah batil, kecuali permainan memanah, melatih kuda, bercanda dengan anak dan isteri, maka hal itu tidak termasuk hal yang batil.” (hasan. HR. Ahmad)

  • Tidak menjadi sebuah kebiasaan, akan tetapi hanya sekedar penyegaran setelah lelah dengan aktivitas yang serius atau pekerjaan.
  • Pemenangnya tidak boleh mendapatkan hadiah dari siapapun. Karena Nabi shallallahu alaihi was sallam tidak mengizinkan mengambil hadiah dari perlombaan selain lomba pacu kuda, unta dan memanah atau yang semakna ( HR. Abu Dawud)

Pendapat ini merupakan pendapat seluruh madzhab, Hanafi, Syafi’i, Hambali dan mayoritas ulama madzhab Maliki. Imam Asy Syafi’i berkata :’Tidak boleh memberikan hadiah dalam perlombaan, kecuali lomba pacu unta, pacu kuda atau memanah.’ Hadits ini menunjukkan bahwa haram hukumnya memberikan hadiah untuk perlombaan selain yang disebutkan. (Al Umm, Jilid IV, h. 243)

Maka berdasarkan beberapa syarat-syarat diatas, hukum perlombaan 17 Agustusan adalah dibolehkan selama tidak melanggar persyaratan tersebut. Penekanannya adalah tidak boleh ada pemberian hadiah bahkan diharamkan, sekalipun antara pemberi dan penerima hadiah saling ridha. Dan diharamkan juga bagi panitia untuk meminta uang pendaftaran dari peserta yang mengikuti lomba, karena hal itu termasuk dalam judi.

Wallahu a’lam.

Referensi : Harta Haram Muamalat Kontemporer, Dr. Erwandi Tarmizi (BMI Publishin : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *