Bolehkah Shalat Tidak Menghadap Kiblat
DASAR ISLAM, SHALAT

Bolehkah Shalat Tidak Menghadap Kiblat ?

Alomuslim.com – Setiap umat muslim sudah paham mengenai syarat shalat harus menghadap ke arah kiblat. Namun, bagaimana jika seseorang shalat tidak menghadap ke arah Kiblat? Apakah hukum shalat yang dikerjakannya sah??

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mendirikan shalat, baik shalat fardhu ataupun shalat sunnah, beliau menghadap ke arah Ka’bah (Kiblat). Kebenaran perkara ini sudah menjadi sesuatu yang pasti, karena banyak para sahabat yang meriwayatkan hadits yang menunjukkan hal itu.

Rasulullah-pun memerintahkan kepada para sahabat dan umatnya agar melakukannya sebagaimana sabda beliau ketika membenarkan shalat salah seorang sahabat yang keliru dalam shalatnya ;

“Jika engkau hendak mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu’, kemudian menghadaplah kearah kiblat, lalu bertakbirlah.” (HR. Bukhari no. 467, Muslim 2/10-11, dan yang lainnya)

Namun, pernah juga Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam ketika dalam perjalanan mengerjakan shalat sunnahdari atas tunggangannya dengan menghadap ke arah mana hewan tunggangan beliau menghadap (ke timur atau ke barat). (HR. Bukhari 2/459, Malik 1/165, Asy Syafi’i 1/84, dan yang lainnya)

Sehingga berdasarkan hadits ini dapat diambil sebuah kesimpulan mengenai diperbolehkan seseorang shalat, baik ketika sedang diatas kendaraan ataupun di darat, tetapi tidak menghadap ke arah kiblat. Terlebih lagi ketika orang tersebut tidak mengetahui arah kiblat yang benar. Dan hal ini dibenarkan oleh sabda Rasulullah,

“Antara timur dan barat adalah kiblat.” (shahih. HR. At Tirmidzi 2/171, Ibnu Majah no. 317)

Para sahabat ketika dalam perjalanan bersama Rasulullah, pernah bingung dan berselisih mengenai arah kiblat, kemudian mereka mengerjakan shalat menghadap arah yang mereka yakini. Kemudian keesokan harinya diketahui bahwa mereka telah salah, shalat mereka tidak menghadap ke arah kiblat. Lalu mereka mengadu kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan beliau bersabda,

“Shalat kalian semuanya telah cukup.” (hasan. HR. Ad Daruquthni no. 101, Al Hakim 1/206, al-Baihaqi 2/10)

Maka shalat seseorang tetap sah meski tidak menghadap kiblat karena ketidaktahuan yang disengaja.

Wallahu a’lam.

Referensi :Sifat Shalat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Jilid 1, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (Griya Ilmu : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *